TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Semangat berbagi dan kepedulian sosial pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kembali diwujudkan melalui program penyaluran hewan kurban di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Program bertajuk Qurban Enggano ini merupakan hasil kolaborasi antara Rabbaniyyin Care (RC), Relawan Kebaikan Rabbaniyyin Care (RRC), Human Initiative (HI), Human Initiative Volunteer (HIVE), serta dukungan dari Polda Bengkulu.
Melalui sinergi tersebut, hewan kurban berhasil disalurkan kepada masyarakat yang berada di Dusun Trans Malakoni dan Desa Meok. Kehadiran program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat di daerah terpencil yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses, termasuk dalam pelaksanaan ibadah kurban.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menyalurkan sebanyak empat ekor sapi dan tiga ekor kambing yang kemudian disembelih dan didistribusikan kepada warga setempat. Daging kurban dibagikan secara merata kepada masyarakat agar dapat merasakan kebahagiaan Iduladha bersama.
Direktur LAZ Generasi Rabbani sekaligus Rabbaniyyin Care, Syahril, menjelaskan bahwa Pulau Enggano dipilih sebagai lokasi prioritas karena tingkat pelaksanaan kurban di wilayah tersebut masih relatif rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Bengkulu.
Menurutnya, sebagian besar hewan kurban yang tersedia setiap tahun di Pulau Enggano masih bergantung pada bantuan dan program penyaluran dari luar daerah. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk terus menghadirkan program kemanusiaan yang dapat menjangkau masyarakat setempat.
“Enggano menjadi salah satu wilayah yang masih minim pelaksanaan kurban. Banyak hewan kurban yang ada di sana berasal dari program penyaluran lembaga dan para donatur dari luar pulau,” ujar Syahril.
Dari total empat ekor sapi yang disalurkan, dua di antaranya merupakan hewan kurban, termasuk satu ekor sapi yang berasal dari mantan Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Mardiyono. Sementara dua ekor sapi lainnya merupakan bantuan sedekah yang diperuntukkan bagi masyarakat Pulau Enggano.
Selain sapi, tim juga menyalurkan tiga ekor kambing yang terdiri dari satu ekor kambing nazar, satu ekor kambing kurban, dan satu ekor kambing sedekah. Seluruh hewan tersebut diproses sesuai syariat dan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Syahril menegaskan bahwa program Qurban Enggano tidak hanya berorientasi pada distribusi daging kurban semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol hadirnya kepedulian sosial bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.
Ia menilai bahwa momentum Iduladha seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menghadirkan kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berada di kawasan terpencil.
“Melalui program ini kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Enggano juga merasakan kebahagiaan yang sama saat Iduladha. Kehadiran para pekurban dan donatur sangat berarti bagi masyarakat di sini,” katanya.
Pihaknya berharap jumlah pekurban yang mempercayakan penyaluran hewan kurbannya ke wilayah Enggano akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Dengan semakin banyaknya dukungan dari masyarakat, manfaat yang diterima warga juga akan semakin luas.
Kolaborasi antara lembaga kemanusiaan, relawan, donatur, dan institusi kepolisian dalam program ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat gotong royong dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi wilayah 3T, kepedulian bersama mampu menghadirkan harapan sekaligus memperkuat nilai-nilai solidaritas sosial.
Melalui Qurban Enggano 1447 Hijriah, pesan tentang pentingnya berbagi dan memperhatikan sesama kembali ditegaskan. Tidak hanya membawa manfaat dalam bentuk daging kurban, program ini juga menjadi jembatan yang mempererat hubungan kemanusiaan antara masyarakat perkotaan dengan warga yang berada di wilayah terluar Indonesia.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra