Skip to main content

Isu Super Flu Mencuat, Warga Bengkulu Diminta Tetap Waspada

Isu Super Flu Mencuat, Warga Bengkulu Diminta Tetap Waspada

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Memasuki pekan kedua Januari 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu angkat bicara terkait isu merebaknya fenomena penyakit yang dikenal dengan sebutan “super flu” yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat. Isu tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran publik karena disebut memiliki tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan influenza musiman biasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya laporan warga Kota Bengkulu yang terpapar virus super flu. Berdasarkan pemantauan dan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, kondisi kesehatan masyarakat masih terpantau aman.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan masyarakat Kota Bengkulu yang terinfeksi super flu. Namun demikian, kami tetap mengedepankan langkah antisipatif agar kondisi ini tidak berkembang,” ujar Nelli Hartati, Sabtu (10/1/2026).

Meski belum ditemukan kasus, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinkes memilih untuk bersikap proaktif dengan memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini agar tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Nelli menjelaskan, secara klinis super flu memiliki kemiripan gejala dengan flu biasa, namun dengan tingkat keparahan yang jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat sangat diperlukan agar masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Gejalanya memang menyerupai flu pada umumnya, seperti demam dan nyeri tubuh. Namun pada super flu, demam biasanya tinggi dan berlangsung lama, disertai nyeri otot yang sangat hebat serta kelelahan ekstrem hingga membuat penderita sulit beraktivitas,” jelasnya.

Selain itu, durasi sakit akibat super flu juga dilaporkan lebih panjang dibandingkan influenza musiman. Jika flu biasa umumnya sembuh dalam waktu tiga hingga lima hari, super flu dapat bertahan lebih lama dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinkes Kota Bengkulu telah menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan di tingkat puskesmas untuk tetap siaga dan meningkatkan pemantauan terhadap pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan. Edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus digencarkan sebagai langkah perlindungan utama.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu sakit. Jaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, istirahat yang cukup, serta menerapkan gaya hidup sehat,” tambah Nelli.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kota Bengkulu merekomendasikan beberapa hal penting, di antaranya menggunakan masker saat berada di ruang publik atau ketika merasa kurang sehat, rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, melengkapi vaksinasi influenza khususnya bagi kelompok rentan, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi lebih dari dua hari yang disertai nyeri otot hebat.

Dengan langkah antisipatif ini, Dinkes berharap masyarakat tetap tenang namun waspada, sehingga Kota Bengkulu dapat terhindar dari ancaman penyebaran penyakit yang berisiko tinggi.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra