TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah pesisir Provinsi Bengkulu. Sebuah kapal nelayan dilaporkan tenggelam di perairan Pantai Pasir Putih Bengkulu pada Minggu sore (5/4/2026). Dari dua orang yang berada di dalam kapal, satu nelayan berhasil menyelamatkan diri, sementara satu lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WIB saat kapal tengah beraktivitas mencari ikan di laut. Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diduga kuat menjadi faktor utama penyebab kapal mengalami karam.
Informasi awal kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu pada pukul 16.35 WIB dari seorang anggota kepolisian, Yudha, yang bertugas di Polresta Bengkulu. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.
Berdasarkan data yang dihimpun, titik lokasi kapal karam berada pada koordinat 3°50'25.40"S dan 102°17'23.47"T, atau sekitar 7,69 kilometer dari kantor SAR Bengkulu. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu area penangkapan ikan bagi nelayan setempat, namun juga rawan gelombang tinggi saat cuaca buruk melanda.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Kantor SAR Bengkulu langsung bergerak cepat menuju lokasi pada pukul 16.50 WIB. Dengan estimasi waktu tempuh sekitar 25 menit, tim tiba di area pencarian sekitar pukul 17.15 WIB untuk segera melakukan operasi penyelamatan.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Selain tim SAR, turut terlibat personel dari Tentara Nasional Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bengkulu, kepolisian, serta masyarakat sekitar yang ikut membantu proses pencarian korban.
Dalam pelaksanaan operasi, tim gabungan mengerahkan sejumlah peralatan pendukung guna mempercepat proses pencarian. Di antaranya kendaraan operasional seperti mobil Hilux double cabin dan truk personel, peralatan SAR air, perahu karet jenis LCR, perahu Rigid Buoyant Boat (RBB), perangkat komunikasi, perlengkapan medis, hingga alat dokumentasi.
Meski upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal, kondisi cuaca di lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Hujan deras yang masih mengguyur serta gelombang laut yang cukup tinggi membuat proses pencarian harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Hingga laporan ini disampaikan, satu korban yang dinyatakan hilang masih belum ditemukan. Tim SAR bersama unsur terkait terus menyisir area sekitar lokasi kejadian dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Pihak berwenang juga mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang kerap terjadi secara tiba-tiba. Keselamatan saat melaut harus menjadi prioritas utama guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden ini menjadi pengingat penting akan tingginya risiko aktivitas di laut, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus meningkatkan sistem peringatan dini serta edukasi kepada masyarakat pesisir demi meminimalisir potensi kecelakaan laut.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra