TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>> Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu turut berpartisipasi dalam kegiatan pembukaan Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Semester I Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Republik Indonesia. Kegiatan strategis ini digelar pada tanggal 5 hingga 6 Agustus 2025 di Aula Sasana Bina Karya, dan dihadiri oleh seluruh perwakilan bidang dan badan dari institusi kejaksaan di seluruh Indonesia.
Kepala Kejati Bengkulu,Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., hadir langsung bersama jajaran pejabat struktural, termasuk para Kepala Seksi (Kasi) serta tim teknis lainnya. Kehadiran ini menjadi bentuk komitmen Kejati Bengkulu dalam mendukung upaya Kejaksaan Agung RI untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga kejaksaan secara menyeluruh.
Pembekalan Strategis dalam Rangka Reformasi Tata Kelola
Sebelum rapat dibuka secara resmi, peserta menerima pembekalan awal yang mengusung tema besar "Transformasi Tata Kelola Lembaga dari SWOT dan AGHT Analysis Menuju Corporate Strategic Analysis". Materi ini disampaikan oleh Plt. Jaksa Agung Muda Pembinaan dan akademisi dari Universitas Indonesia, yang menyoroti pentingnya penguatan manajemen kelembagaan berbasis analisis strategis dan tata kelola modern.
Melalui pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dan AGHT (Analisis Gaya Hidup dan Tantangan), lembaga kejaksaan diharapkan mampu memetakan posisi dan tantangan aktual yang dihadapi saat ini. Dengan begitu, transformasi institusi dapat diarahkan lebih tepat sasaran dan responsif terhadap dinamika penegakan hukum di tengah masyarakat.
Arahan Jaksa Agung RI: Jaga Marwah Institusi dan Tingkatkan Kinerja
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, yang dalam sambutannya menekankan urgensi menjaga marwah dan nama baik institusi kejaksaan. Ia mengingatkan bahwa pencapaian integritas lembaga yang telah dibangun selama ini harus terus dijaga dan ditingkatkan, terutama di tengah sorotan publik yang semakin kritis terhadap kinerja aparat penegak hukum.
“Evaluasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sarana refleksi dan pemetaan strategi agar seluruh unsur kejaksaan dapat bekerja lebih baik, transparan, dan profesional,” ujar Jaksa Agung.
Selain itu, Jaksa Agung menekankan bahwa kegiatan evaluasi ini bertujuan untuk menilai tingkat kesesuaian antara realisasi anggaran dan capaian kinerja pada masing-masing bidang. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap anggaran yang digunakan benar-benar berdampak nyata terhadap output dan outcome organisasi.
Evaluasi Per Bidang untuk Peningkatan Kinerja
Setelah pembukaan, kegiatan evaluasi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan analisis yang dibagi berdasarkan bidang masing-masing. Para Asisten dan Kepala Seksi dari berbagai satuan kerja menghadiri evaluasi ini sesuai unit kerjanya. Mereka membahas capaian semester pertama tahun 2025, mengidentifikasi hambatan yang ditemui di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan konkret untuk semester berikutnya.
Bagi Kejati Bengkulu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengonsolidasikan hasil kerja semester pertama serta memperbaiki area yang masih memerlukan perhatian khusus. Evaluasi juga membuka ruang bagi pertukaran ide dan solusi antar daerah, yang pada akhirnya memperkuat sinergi kelembagaan secara nasional.
Kepala Kejati Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan evaluasi ini. Ia menilai bahwa forum tersebut memberikan arahan yang jelas dalam menyelaraskan tugas kejaksaan daerah dengan visi dan misi nasional lembaga.
“Melalui forum evaluasi ini, kita tidak hanya mengukur keberhasilan, tetapi juga mengidentifikasi kekurangan yang harus segera diperbaiki. Kami di Kejati Bengkulu berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan hukum kepada masyarakat, sesuai arahan dan standar dari Kejaksaan Agung,” ujarnya.
Penutup
Dengan berakhirnya sesi evaluasi tersebut, Kejati Bengkulu membawa pulang sejumlah rekomendasi penting yang akan segera ditindaklanjuti dalam program kerja semester kedua. Evaluasi kinerja seperti ini diharapkan menjadi budaya kerja yang berkelanjutan, sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas institusi kejaksaan di seluruh Indonesia.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra