Skip to main content

Kejaksaan Tinggi Bengkulu Meriahkan Kirab dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih 2025

Kejaksaan Tinggi Bengkulu Meriahkan Kirab dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih 2025

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>  Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu ikut ambil bagian dalam Kirab Bendera Merah Putih dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang diwarnai dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., diwakili oleh Asisten Intelijen, Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H., yang hadir bersama jajaran Kejati Bengkulu. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap acara, tetapi juga wujud nyata komitmen institusi penegak hukum dalam memupuk nasionalisme di tengah masyarakat.

Start dari Rumah Fatmawati

Kirab dimulai dari titik kumpul di Rumah Fatmawati, tempat bersejarah yang menjadi simbol lahirnya Bendera Merah Putih pertama kali. Lokasi ini dipilih untuk mengingatkan kembali masyarakat akan jasa Ibu Negara pertama, Fatmawati Soekarno, yang menjahit bendera pusaka pada masa perjuangan kemerdekaan.

Suasana awal kirab begitu meriah. Marching band dari para pelajar membawakan lagu-lagu perjuangan dengan penuh semangat, diiringi hentakan drum dan tiupan terompet yang membangkitkan rasa bangga. Selain itu, pawai mobil klasik juga turut memeriahkan acara. Kendaraan-kendaraan antik tersebut dihias dengan atribut Merah Putih dan berperan penting dalam mengantarkan Bendera Merah Putih dari Rumah Fatmawati menuju garis finis di Benteng Marlborough.

Antusiasme Warga Memenuhi Rute

Sejak pagi, warga telah memadati sepanjang rute kirab. Mereka tidak hanya datang untuk menyaksikan, tetapi juga memberikan dukungan penuh dengan bersorak, melambaikan tangan, dan mengibarkan bendera kecil. Banyak warga yang mengenakan pakaian bernuansa merah dan putih, menciptakan lautan warna yang mempertegas semangat kebangsaan.

Para pelajar yang terlibat pun menunjukkan energi luar biasa. Sepanjang perjalanan, mereka meneriakkan yel-yel perjuangan, menyanyikan lagu nasional, dan terus mengibarkan bendera. Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri sekaligus simbol regenerasi semangat nasionalisme bagi generasi muda.

Tidak hanya peserta kirab, kendaraan yang melintas di jalur sekitar juga tampak memberi apresiasi. Klakson kendaraan dibunyikan sebagai tanda dukungan, menambah semarak suasana.

Pelepasan Resmi oleh Gubernur**Kirab Bendera Merah Putih 2025 ini secara resmi dilepas oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, para kepala instansi vertikal, dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Gubernur Helmi mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan terus menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Bendera Merah Putih adalah simbol kedaulatan bangsa. Setiap kali kita melihatnya berkibar, hendaknya kita mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan,” ujar Helmi.

Makna dan Tujuan Kegiatan

Kegiatan Kirab dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih ini bertujuan menanamkan rasa nasionalisme dan mengajak masyarakat untuk menjadikan bendera sebagai simbol persatuan yang harus dijaga dan dihormati. Melalui pembagian bendera, panitia berharap setiap rumah di Bengkulu dapat mengibarkan Merah Putih pada peringatan HUT RI ke-80, sehingga nuansa patriotisme dapat dirasakan di seluruh penjuru daerah.Asisten Intelijen Kejati Bengkulu, Dr. David Palapa Duarsa, menyampaikan bahwa keterlibatan Kejaksaan Tinggi dalam kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. “Semangat merah putih tidak hanya terlihat pada peringatan kemerdekaan saja, tapi harus menjadi bagian dari keseharian kita,” ujarnya.

Finis di Benteng Marlborough**Benteng Marlborough, yang menjadi titik akhir kirab, menyambut peserta dengan suasana khidmat namun meriah. Benteng peninggalan sejarah ini dipilih sebagai simbol ketangguhan dan keteguhan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Setibanya di lokasi, peserta disambut oleh berbagai atraksi budaya dan hiburan rakyat, sekaligus pembagian bendera kepada masyarakat.

Dengan berakhirnya kirab di benteng bersejarah tersebut, kegiatan ini meninggalkan pesan moral yang kuat: Merah Putih bukan sekadar kain berwarna, tetapi lambang martabat dan kehormatan bangsa yang harus dijaga bersama.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra