Skip to main content

Ketua BAZNAS RI Kunjungi Bengkulu, Zakat Disalurkan Rp13,5 Miliar

Ketua BAZNAS RI Kunjungi Bengkulu, Zakat Disalurkan Rp13,5 Miliar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Suasana Balai Raya Semarak di Kota Bengkulu tampak berbeda pada Jumat (13/2). Sejumlah pimpinan perusahaan, perwakilan perguruan tinggi, perbankan, BUMN, instansi pemerintah, hingga lembaga vertikal berkumpul dalam agenda ramah tamah bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan forum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam memaksimalkan potensi zakat di Provinsi Bengkulu.

Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu, Romli Ronan, menyampaikan bahwa kehadiran Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menjadi suntikan semangat bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Di tengah agenda nasional yang padat, kunjungan ini dinilai sebagai bentuk perhatian serius terhadap penguatan tata kelola zakat di daerah.

Romli memaparkan, dalam beberapa tahun terakhir tren penghimpunan zakat di Bengkulu menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sepanjang 2025, total dana zakat yang berhasil dihimpun mencapai Rp15 miliar, dengan realisasi penyaluran sebesar Rp13,5 miliar. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat, termasuk kalangan aparatur sipil negara dan dunia usaha, untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Dana yang terkumpul, lanjutnya, telah disalurkan ke berbagai sektor prioritas. Salah satu program unggulan adalah beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, yang telah menjangkau sekitar 450 penerima manfaat. Selain itu, BAZNAS juga menggelontorkan bantuan permodalan usaha kecil senilai Rp1 miliar tanpa agunan. Skema ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro agar dapat berkembang tanpa terbebani bunga maupun jaminan.

Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada masyarakat di wilayah terluar. Warga di Pulau Enggano menerima bantuan senilai Rp1 miliar yang difokuskan pada penguatan ekonomi dan kebutuhan sosial dasar. Program tersebut menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Romli menambahkan, hingga saat ini sedikitnya 22 perusahaan telah menjalin nota kesepahaman untuk menyalurkan zakat karyawan maupun dana sosial perusahaan melalui BAZNAS. Kerja sama ini diharapkan terus bertambah, sehingga potensi zakat dari sektor korporasi dapat dioptimalkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menekankan bahwa BAZNAS memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menghadapi keterbatasan fiskal. Ia menyebut, kontribusi zakat mampu menjadi penopang berbagai program sosial yang belum sepenuhnya terjangkau oleh APBD.

Menurutnya, peningkatan signifikan terlihat dari penghimpunan zakat di kalangan ASN. Jika sebelumnya rata-rata terkumpul sekitar Rp300 juta per bulan, kini nilainya mendekati Rp1 miliar per bulan. Lonjakan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kesadaran kolektif aparatur pemerintah dalam menunaikan kewajiban zakat melalui jalur resmi dan terkoordinasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menegaskan bahwa zakat harus dikelola dengan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan transparansi. Ia mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen ekonomi yang memiliki daya ungkit besar dalam menekan angka kemiskinan.

Ia mendorong agar pengelolaan zakat di Bengkulu terus diperkuat melalui sistem digital, pelaporan terbuka, serta program pemberdayaan yang terukur dampaknya. Dengan tata kelola yang baik, zakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik sekaligus mendorong mereka naik kelas menjadi muzakki.

Noor Achmad juga menyampaikan harapannya agar Bengkulu mampu menjadi contoh di tingkat nasional dalam pengelolaan zakat yang progresif dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga keagamaan dinilai sebagai kunci untuk memaksimalkan potensi zakat yang ada.

Pertemuan di Balai Raya Semarak tersebut pun ditutup dengan komitmen bersama untuk memperluas kolaborasi. Semua pihak sepakat bahwa zakat bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi gerakan kolektif demi membangun kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara lebih merata dan berkeadilan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra