TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bengkulu Tengah menggelar Konferensi Kerja III tahun 2023 dengan tema "Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat dan Indonesia Maju". Acara berlangsung di Hotel Dianti, Kecamatan Pondok Kelapa, pada hari Kamis , (26/10).
Prestasi ini dibuka dengan tegas oleh Penjabat (Pj) Bupati Bengkulu Tengah, Dr. Heryandi Roni, M.Si., yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, ST., M.AP, Ketua PGRI Bengkulu Tengah, Supriyanto, S.Pd, serta perwakilan dari Polres Bengkulu Tengah, Kejaksaan, Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bengkulu, Camat Pondok Kelapa, dan anggota PGRI Bengkulu Tengah, beserta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Bengkulu Tengah, Heri Roni, menyatakan bahwa Konferensi Kerja PGRI ini merupakan wadah penting untuk mengevaluasi kinerja dan mendiskusikan isu-isu terkait dunia pendidikan. Guru-guru, menurutnya, dituntut untuk memberikan teladan baik di sekolah maupun dalam masyarakat. Dia juga mengungkapkan kepedaannya terkait masa depan guru yang belum bersertifikasi atau guru honorer yang telah lama mengabdikan diri namun belum diangkat statusnya. Melalui konferensi ini, diharapkan solusi dapat ditemukan untuk mengangkat mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Guru honorer juga diingatkan untuk memenuhi administrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Heri Roni juga memberikan harapannya agar semua guru terus berdedikasi dalam memajukan pendidikan, sehingga hasilnya adalah generasi siswa yang unggul di Bengkulu Tengah.
Sementara itu, Sekda Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menekankan bahwa peningkatan sektor pendidikan adalah prioritas utama bagi pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa perkembangan suatu daerah sangat tergantung pada peran sektor pendidikan. Rachmat Riyanto berharap agar pengurus PGRI Bengkulu Tengah dapat terus memberikan inovasi-inovasi baru untuk dunia pendidikan guna menciptakan generasi penerus yang berkualitas.
Ketua PGRI Bengkulu Tengah, Supriyanto, mengungkapkan bahwa Konferensi Kerja PGRI ini merupakan rutinitas tahunan yang bertujuan untuk melaporkan dan mengevaluasi hasil program kerja sebelumnya, serta merumuskan program kerja tahun mendatang, termasuk isu-isu yang relevan. Hasil program kerja ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Supriyanto juga menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi oleh guru saat ini, yaitu peningkatan kompetensi guru dan status guru honorer. Ia menegaskan bahwa peningkatan penghasilan guru honorer, yang saat ini sangat minim, menjadi fokus utama PGRI. Keinginan mereka adalah agar guru yang telah lama berdedikasi dapat diangkat menjadi PPPK, yang akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan mereka.
Konferensi Kerja PGRI Bengkulu Tengah 2023 diharapkan akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini, sehingga Indonesia dapat terus maju dan berkembang.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra