TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Permasalahan parkir di Kota Bengkulu kembali menjadi sorotan dalam agenda reses anggota DPRD Kota Bengkulu. Salah seorang warga Kelurahan Singgaran Pati menyampaikan keluhan terkait kondisi parkir yang semrawut dan tidak terkelola dengan baik. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi Harianto, memberikan pernyataan tegas.
Menurut Edi, pengelolaan parkir di Kota Bengkulu saat ini jauh dari harapan. “Kalau kita lihat, kondisi parkir kita ini sangat miris. Jumlah kendaraan di kota ini terus meningkat setiap tahunnya, tapi realisasi pendapatan dari sektor parkir justru tidak mencapai target. Bahkan, kabarnya sampai terutang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa banyak titik parkir yang sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), namun tidak dimaksimalkan. Beberapa contoh lokasi seperti Kelapa Bakso, Indomaret, dan Alfamart yang kini sudah dikenakan tarif parkir, seharusnya dapat menyumbang peningkatan pendapatan.
"Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Realisasi pendapatan dari parkir tahun 2024 malah menurun dan bahkan menimbulkan utang," lanjut Edi. Ia menyoroti bahwa dengan semakin banyaknya kendaraan dan titik-titik parkir baru, seharusnya pendapatan dari sektor ini mengalami peningkatan, bukan penurunan.
Terkait kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan parkir, Edi menyarankan agar prosesnya dilakukan secara transparan dan melalui mekanisme lelang yang benar. “Kalau memang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, harus melalui proses tender yang terbuka. Siapa yang mampu menargetkan pendapatan tertinggi, itulah yang kita pilih sebagai rekanan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem pembayaran dari pihak ketiga seharusnya dilakukan di muka agar tidak menimbulkan utang di kemudian hari. “Selama ini, pembayaran dari pihak ketiga justru tidak jelas, dan target pendapatannya pun tidak tercapai,” katanya.
Informasi yang diterima dari anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bengkulu menunjukkan bahwa pendapatan dari sektor parkir baru mencapai sekitar Rp1,7 miliar, dari target keseluruhan sebesar Rp12 miliar. Dari angka tersebut, sektor parkir di badan jalan hanya menyumbang Rp2 miliar, sementara parkir di area perkantoran dan pusat perbelanjaan yang menggunakan sistem gate menyumbang lebih besar, yakni sekitar Rp3 miliar.
Dengan kondisi tersebut, Edi berharap pemerintah kota segera mengevaluasi sistem pengelolaan parkir agar lebih optimal dan benar-benar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kota Bengkulu.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra