TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu akan menggelar Apel Pagi Gabungan dalam rangka penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Panorama, Senin (19/1/2026) pukul 07.30 WIB.
Kegiatan ini dipusatkan di area Pasar Panorama dan melibatkan unsur pemerintah daerah lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, hingga pihak terkait lainnya.
Apel gabungan ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperkuat komitmen penataan kawasan pasar agar lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat. Pasar Panorama selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat yang cukup padat, sehingga membutuhkan pengelolaan yang terencana dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Alex Periyansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan semata-mata penindakan, melainkan bagian dari upaya pembinaan dan penataan agar aktivitas perdagangan berjalan lebih teratur. Menurutnya, pasar yang tertata dengan baik akan berdampak positif terhadap roda perekonomian dan kualitas lingkungan.
“Apel gabungan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam menata serta menertibkan PKL di Pasar Panorama. Kita ingin menciptakan kawasan pasar yang tertib, bersih, dan aman tanpa mengabaikan kepentingan para pedagang,” tegas Alex.
Ia menjelaskan, penataan PKL menjadi salah satu prioritas pemerintah kota karena berkaitan langsung dengan kelancaran lalu lintas, kenyamanan pengunjung, serta estetika kota. Dengan penertiban yang dilakukan secara humanis dan terkoordinasi, diharapkan para pedagang dapat beraktivitas sesuai aturan yang berlaku tanpa menimbulkan kesemrawutan.
Apel gabungan tersebut akan dihadiri oleh Asisten II dan Asisten III Setda Kota Bengkulu, para staf ahli Setda, serta para kepala OPD yang masing-masing didampingi lima orang aparatur sipil negara (ASN). Kehadiran para pimpinan OPD ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menangani persoalan penataan PKL secara terpadu.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu beserta jajaran sebagai garda terdepan penegakan peraturan daerah. Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PUPR, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bengkulu.
Dukungan dari pihak eksternal juga tampak dengan kehadiran Manager PT PLN Area Bengkulu yang diharapkan dapat bersinergi terkait aspek kelistrikan di kawasan pasar. Sementara itu, dari unsur kewilayahan hadir Kepala Kecamatan Singaran Pati, Lurah Panorama, Lurah Dusun Besar, dan Lurah Lingkar Timur, serta Kepala UPTD Pasar dan anggota Satlinmas dari kelurahan terkait.
Alex Periyansyah menambahkan, keterlibatan lintas sektor ini penting agar penataan PKL tidak berjalan parsial. Penertiban harus dibarengi dengan penataan sarana dan prasarana, pengelolaan lingkungan, serta sosialisasi yang berkesinambungan kepada para pedagang.
“Kami berharap melalui apel gabungan ini, seluruh jajaran memiliki komitmen yang sama untuk menjaga ketertiban dan kebersihan Pasar Panorama. Kesadaran masyarakat, khususnya para pedagang, juga menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan Pasar Panorama dapat menjadi contoh pasar rakyat yang tertib dan nyaman. Dengan dukungan semua pihak dan kesadaran bersama, penataan PKL diharapkan mampu meningkatkan citra pasar tradisional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra