TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat penguatan layanan air bersih melalui pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional KOBEMA. Hal ini ditandai dengan digelarnya rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII, yang berlangsung di Ruang Rapat Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu, Kamis (2/4/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan kesiapan fisik dan operasional SPAM KOBEMA agar dapat berfungsi optimal dalam mendukung kebutuhan air bersih masyarakat.
Dalam arahannya, Medy menegaskan bahwa pembangunan SPAM KOBEMA merupakan salah satu program strategis yang harus segera direalisasikan secara maksimal. Ia menilai, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga kesiapan sistem harus benar-benar matang sebelum dioperasikan.
“Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh aspek, baik fisik maupun operasional, berjalan sesuai rencana. Kita ingin layanan air minum di Kota Bengkulu semakin optimal dan merata,” ujarnya.
SPAM Regional KOBEMA sendiri dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kebutuhan air bersih lintas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pihak teknis, termasuk BBWS Sumatera VIII sebagai instansi yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya air.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara rinci progres pembangunan fisik SPAM KOBEMA serta rencana operasionalnya sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur menjadi perhatian utama, termasuk jaringan distribusi, instalasi pengolahan air, serta sistem pendukung lainnya.
Selain memastikan kesiapan operasional, Pemerintah Kota Bengkulu juga menargetkan perluasan layanan kepada masyarakat. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penambahan sebanyak 3.000 sambungan rumah (SR) pada tahun 2026.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan pelayanan air bersih, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal. Dengan adanya penambahan sambungan rumah, akses terhadap air minum layak diharapkan semakin merata di berbagai wilayah Kota Bengkulu.
Medy juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan mempercepat penyelesaian berbagai tantangan yang mungkin muncul, baik dari sisi teknis maupun administratif.
“Keberhasilan SPAM KOBEMA tidak hanya bergantung pada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama semua stakeholder. Dengan koordinasi yang baik, kita optimistis target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan BBWS Sumatera VIII menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan SPAM KOBEMA. Dukungan tersebut mencakup aspek teknis, pengawasan, hingga pendampingan dalam proses implementasi di lapangan.
Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait langkah-langkah yang harus dilakukan ke depan. Persiapan yang matang diyakini akan menjadi kunci utama dalam memastikan SPAM KOBEMA dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Pemkot Bengkulu menargetkan, dengan rampungnya seluruh tahapan persiapan dan pembangunan, SPAM Regional KOBEMA dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas layanan air minum. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dasar yang memadai.
Dengan demikian, percepatan pembangunan dan pengoperasian SPAM KOBEMA diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi ketahanan air bersih di Kota Bengkulu di masa mendatang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra