Skip to main content

Pemkot Bengkulu Siapkan Lapak, PKL Diminta Tinggalkan Bahu Jalan

Pemkot Bengkulu Siapkan Lapak, PKL Diminta Tinggalkan Bahu Jalan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan keseriusannya dalam menata ruang kota dan mengurai persoalan ketertiban umum. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penertiban aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Jangkar Mas, Kecamatan Kampung Melayu, yang dilaksanakan pada Jumat (23/1/2026).

Kegiatan tersebut diawali dengan apel gabungan yang melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, serta unsur kecamatan. Setelah apel, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang yang masih berjualan di bahu jalan dan area luar pasar.

Penertiban ini bukan semata-mata bertujuan menggusur pedagang, melainkan mengembalikan fungsi jalan umum yang selama ini terganggu akibat lapak-lapak liar. Kondisi tersebut kerap menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk, sekaligus mengurangi kenyamanan pengguna jalan dan pengunjung pasar.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mengatakan bahwa pemerintah telah menyediakan solusi bagi para pedagang dengan menyiapkan lapak yang masih kosong di dalam area pasar. Oleh karena itu, para pedagang diminta untuk memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia.

Menurut Sahat, keberadaan pedagang di dalam pasar justru akan memberikan keuntungan jangka panjang, baik dari sisi ketertiban maupun kelancaran aktivitas jual beli. Ia menegaskan bahwa Satpol PP akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan agar seluruh kegiatan perdagangan benar-benar terpusat di dalam pasar.

“Kami ingin memastikan fungsi jalan kembali normal. Lapak di dalam pasar masih tersedia dan dapat dimanfaatkan. Soal pembeli, kami akan mengarahkan agar seluruh transaksi dilakukan di dalam area pasar sehingga tidak ada lagi aktivitas jual beli di pinggir jalan,” tegasnya.

Seiring dengan upaya penertiban tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pasar. Hal ini dilakukan agar pedagang merasa nyaman dan tidak enggan menempati lapak yang telah disediakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke Pasar Jangkar Mas. Dari hasil tinjauan tersebut, ditemukan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan segera, khususnya terkait sistem drainase dan perlindungan area dagang.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama adalah pembangunan saluran air di area lapak ikan yang selama ini sering tergenang. Selain itu, Dinas PUPR juga akan memasang pelindung atau kanopi di bagian depan dan belakang pasar guna mencegah air hujan masuk ke area dagang.

“Perbaikan ini penting agar aktivitas jual beli tidak terganggu, terutama saat hujan. Kami ingin pasar menjadi lebih bersih, nyaman, dan layak bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja,” ujar Noprisman.

Tak hanya itu, Dinas PUPR juga menjalin koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk melakukan pengecoran beton di area depan pasar. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi persoalan genangan air yang selama ini kerap dikeluhkan pedagang dan pengunjung.

Melalui penataan menyeluruh ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap Pasar Jangkar Mas dapat berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang tertib, aman, dan representatif di Kecamatan Kampung Melayu. Penataan pasar diharapkan tidak hanya berdampak pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan daya tarik pasar tradisional sebagai ruang interaksi ekonomi dan sosial masyarakat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra