TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas aparatur yang tidak hanya profesional, tetapi juga berkarakter. Melalui kegiatan Retret Merah Putih bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani, Pemprov mendorong penguatan nilai spiritual dan etika kerja di lingkungan birokrasi. Agenda tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Retret Merah Putih dan Persekutuan ASN Kristiani periode 2026–2030 di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/3).
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, dalam arahannya menekankan bahwa ASN memiliki tanggung jawab yang lebih luas dari sekadar menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, aparatur negara harus menjadi teladan dalam kejujuran, semangat melayani, kepedulian sosial, serta dedikasi terhadap kepentingan masyarakat.
“Birokrasi yang kuat lahir dari pribadi-pribadi yang memiliki integritas dan iman yang kokoh. Melalui retret ini, kita ingin membentuk ASN yang bekerja dengan hati, bukan hanya dengan aturan,” ujar Helmi.
Ia menjelaskan, Retret Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial. Nama “Merah Putih” mencerminkan semangat kebangsaan dan loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, konsep retret dimaknai sebagai momentum refleksi diri, pembaruan komitmen, serta penguatan spiritualitas agar ASN tetap teguh di tengah berbagai tantangan tugas pemerintahan.
Menurut Helmi, perpaduan antara nasionalisme dan nilai keimanan akan melahirkan aparatur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral. Ia pun memastikan bahwa pembinaan mental-spiritual seperti ini tetap berjalan dalam koridor toleransi, menghormati keberagaman, serta menjaga netralitas ASN sebagai pelayan publik.
Ketua Dewan Pembina Wilayah Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Provinsi Bengkulu, Moses Sinaga, menyampaikan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan hanya formalitas organisasi, melainkan amanah pelayanan. Ia berharap persekutuan doa ASN Kristiani dapat menjadi wadah pembinaan iman yang terbuka, membangun solidaritas, serta berkontribusi positif terhadap pembangunan daerah.
“Organisasi ini harus menghadirkan semangat kebersamaan dan menjadi mitra pemerintah dalam menciptakan suasana kerja yang harmonis,” ungkapnya.
Retret dan persekutuan doa tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan di antara ASN Kristiani, sekaligus memperkuat karakter dan integritas dalam bekerja. Kegiatan ini juga dipandang sebagai sarana membangun budaya kerja yang berlandaskan nilai moral dan spiritual, bukan sekadar rutinitas keagamaan.
Pembina Retret Merah Putih dan Persekutuan ASN Kristiani, Desman Simboro, menyebutkan bahwa jumlah ASN Kristiani di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu mencapai sekitar 350 orang, terdiri dari PNS dan PPPK. Ia mengatakan mekanisme pelaksanaan retret masih dalam tahap pembahasan, termasuk kemungkinan digelar satu hingga dua kali dalam sepekan.
“Ke depan, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat provinsi, tetapi juga diupayakan menjangkau ASN Kristiani di kabupaten dan kota se-Bengkulu,” jelasnya.
Acara pengukuhan turut dihadiri sejumlah tokoh lintas lembaga dan organisasi, antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Saefudin, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bengkulu Zulkarnain, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bengkulu Rohimin, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, serta para kepala organisasi perangkat daerah.
Adapun susunan pengurus inti Retret Merah Putih dan Persekutuan ASN Kristiani periode 2026–2030 meliputi Pembina Desman Simboro dan Jasmen Silitonga. Jabatan Ketua dipercayakan kepada Wasinton Silalahi, didampingi Wakil Ketua Eko Pranoto. Posisi Sekretaris diemban Berkah Prayogo dengan Wakil Sekretaris Manasye Sibarani, sementara Bendahara dijabat Yokanan Pramonoadi.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap pembinaan rohani bagi ASN Kristiani dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Melalui penguatan spiritualitas yang selaras dengan semangat nasionalisme, diharapkan lahir aparatur yang berintegritas, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra