TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat langkah perlindungan kesehatan masyarakat dengan meningkatkan pengawasan penggunaan dan peredaran obat, khususnya antibiotik. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam mencegah ancaman resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR) yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Pengendalian resistensi antimikroba menjadi perhatian penting karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan mikroorganisme penyebab infeksi semakin kebal terhadap obat. Akibatnya, penyakit yang sebelumnya mudah ditangani berisiko menjadi lebih sulit disembuhkan.
Komitmen tersebut ditegaskan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, ketika mewakili Gubernur Bengkulu pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 yang digelar bersamaan dengan HUT ke-57 Provinsi Bengkulu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Plaza Stadion Semarak Bengkulu, Minggu (8/11/2026), dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah serta berbagai unsur yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatan itu, Khairil menyampaikan bahwa peringatan HKN tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang produktif dan sejahtera.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah maupun pelayanan tenaga medis. Dibutuhkan dukungan masyarakat melalui perubahan perilaku hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemahaman yang benar dalam menggunakan obat-obatan.
Ia juga mengingatkan bahwa antibiotik merupakan obat yang penggunaannya harus mengikuti ketentuan medis. Masyarakat tidak boleh mengonsumsi antibiotik berdasarkan perkiraan sendiri, apalagi membeli dan menggunakannya tanpa pemeriksaan serta resep dokter.
"Seluruh masyarakat Bengkulu harus ikut mengambil bagian dalam menjaga kesehatan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. Kesehatan merupakan investasi masa depan. Antibiotik harus digunakan secara bijak agar manfaatnya tetap terjaga bagi generasi mendatang," ujar Khairil.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu adalah masih adanya potensi penggunaan antibiotik secara tidak tepat. Praktik membeli obat tanpa resep, menghentikan pengobatan tanpa petunjuk tenaga medis, hingga menggunakan antibiotik sisa dapat meningkatkan risiko munculnya resistensi antimikroba.
Khairil menilai, persoalan tersebut harus ditangani melalui pengawasan yang konsisten dan melibatkan seluruh pihak terkait. Apotek, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kefarmasian, serta instansi pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memastikan obat digunakan sesuai aturan.
Karena itu, ia secara tegas meminta jajaran Dinas Kesehatan dan seluruh pihak yang berkaitan dengan distribusi obat agar meningkatkan pengawasan di lapangan.
"Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, apotek, serta pelaku usaha kefarmasian untuk memperketat pengawasan peredaran obat dan melarang keras penjualan antibiotik tanpa resep dokter," tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan penggunaan antibiotik secara sembarangan sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari risiko infeksi yang semakin sulit ditangani.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menyadari bahwa resistensi antimikroba merupakan persoalan kompleks yang tidak hanya berkaitan dengan kesehatan manusia. Penggunaan antimikroba pada sektor peternakan, pertanian, serta pengelolaan lingkungan juga memiliki hubungan erat dengan perkembangan dan penyebaran mikroorganisme yang kebal terhadap obat.
Oleh sebab itu, pengendalian AMR membutuhkan pendekatan bersama melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat harus memiliki pemahaman serta komitmen yang sama dalam menggunakan antimikroba secara bertanggung jawab.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menyimpan atau menggunakan antibiotik sisa untuk mengobati penyakit berikutnya. Obat yang diresepkan kepada seseorang tidak boleh diberikan kepada orang lain karena setiap pasien memiliki kondisi kesehatan dan kebutuhan pengobatan berbeda.
Penggunaan antibiotik harus berdasarkan diagnosis dan petunjuk dokter. Dengan demikian, efektivitas pengobatan dapat terjaga sekaligus mengurangi risiko resistensi antimikroba di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan puncak peringatan HKN ke-62 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026 mendatang di Plaza Stadion Semarak Bengkulu.
Berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan. Peringatan tersebut juga menjadi sarana memperluas informasi mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dalam rangkaian kegiatan Minggu (8/11/2026), rombongan turut mengunjungi sejumlah stan pelayanan dan edukasi kesehatan. Di antaranya stan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu, serta fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis.
Kehadiran stan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai keamanan obat dan makanan, pelayanan kemanusiaan, serta pemeriksaan kondisi kesehatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai POM Bengkulu Kodon Tarigan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman, Kepala Dinas RSJKO Herry Permana, Direktur RSUD M. Yunus Hery Kurniawan, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah lainnya.
Melalui momentum HKN ke-62, Pemprov Bengkulu berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Pengawasan antibiotik, pencegahan resistensi antimikroba, dan penguatan pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Bengkulu yang lebih sehat, tangguh, dan berkualitas.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra