TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, berbagai langkah strategis dan terobosan terus didorong melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan, serta kolaborasi dengan organisasi profesi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kapasitas SDM yang diselenggarakan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pada 7 November 2026, bertempat di Aula Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa Kota Bengkulu.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, M.Pd., M.KM., yang sekaligus hadir sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yasman menekankan bahwa tantangan pembangunan kesehatan, termasuk penguatan pelayanan dalam situasi kedaruratan dan kesiapsiagaan bencana, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen dan tidak dapat dibebankan kepada Dinas Kesehatan semata.
Menurutnya, organisasi profesi, termasuk Ikatan Apoteker Indonesia, memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasian, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas, aman, dan prima.
"Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja. Dibutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh organisasi profesi. Apoteker memiliki peran strategis, bukan hanya dalam pelayanan kefarmasian, tetapi juga dalam mendukung kesiapsiagaan dan respons pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana," tegas Yasman.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu juga mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, SKM., M.Si., M.Kes., dalam acara pelantikan dan pengukuhan Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031, bertempat di Gedung GTC Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Momentum pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat peran organisasi profesi ahli gizi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pula pentingnya membangun sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh organisasi profesi.
Kolaborasi lintas profesi dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks. Pemerintah membutuhkan dukungan tenaga profesional yang kompeten, inovatif, dan memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus mendorong transformasi pelayanan kesehatan yang lebih responsif, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sebab, keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya ditentukan oleh kuatnya program pemerintah, tetapi juga oleh soliditas kolaborasi, profesionalisme, dan kepedulian seluruh insan kesehatan dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Bengkulu.* Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, berbagai langkah strategis dan terobosan terus didorong melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan, serta kolaborasi dengan organisasi profesi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan peningkatan kapasitas SDM yang diselenggarakan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pada 7 November 2026, bertempat di Aula Rumah Sakit Umum Daerah Harapan dan Doa Kota Bengkulu.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman, M.Pd., M.KM., yang sekaligus hadir sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Yasman menekankan bahwa tantangan pembangunan kesehatan, termasuk penguatan pelayanan dalam situasi kedaruratan dan kesiapsiagaan bencana, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen dan tidak dapat dibebankan kepada Dinas Kesehatan semata.
Menurutnya, organisasi profesi, termasuk Ikatan Apoteker Indonesia, memiliki posisi yang sangat strategis dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan, meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasian, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas, aman, dan prima.
"Permasalahan kesehatan tidak bisa diselesaikan oleh Dinas Kesehatan saja. Dibutuhkan sinergi dan keterlibatan seluruh organisasi profesi. Apoteker memiliki peran strategis, bukan hanya dalam pelayanan kefarmasian, tetapi juga dalam mendukung kesiapsiagaan dan respons pelayanan kesehatan ketika terjadi bencana," tegas Yasman.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu juga mendampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, SKM., M.Si., M.Kes., dalam acara pelantikan dan pengukuhan Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Bengkulu periode 2026–2031, bertempat di Gedung GTC Poltekkes Kemenkes Bengkulu.
Momentum pelantikan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat peran organisasi profesi ahli gizi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pula pentingnya membangun sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh organisasi profesi.
Kolaborasi lintas profesi dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kesehatan yang semakin kompleks. Pemerintah membutuhkan dukungan tenaga profesional yang kompeten, inovatif, dan memiliki komitmen kuat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu terus mendorong transformasi pelayanan kesehatan yang lebih responsif, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sebab, keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya ditentukan oleh kuatnya program pemerintah, tetapi juga oleh soliditas kolaborasi, profesionalisme, dan kepedulian seluruh insan kesehatan dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra