TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>> Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Bengkulu didorong untuk memperkuat peran strategisnya dalam mendukung pembangunan kesehatan daerah. Organisasi profesi tersebut diharapkan mampu menghadirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kompetensi tenaga ahli gizi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
Harapan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si., dalam acara pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERSAGI Provinsi Bengkulu masa bakti 2026–2031. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel GTC, Kota Bengkulu, Sabtu (7/11/2026).
Pelantikan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERSAGI, Ir. Doddy Izwardi, B.Sc., M.A., Ph.D., serta dihadiri perwakilan organisasi profesi, jajaran instansi kesehatan, dan sejumlah pemangku kepentingan di Provinsi Bengkulu.
Pada periode kepengurusan lima tahun mendatang, Dr. Miratul Haya, SKM., M.Gizi., mendapatkan kepercayaan untuk memimpin DPD PERSAGI Provinsi Bengkulu.
Dalam kesempatan tersebut, Herwan Antoni menegaskan bahwa keberadaan organisasi profesi seperti PERSAGI memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan tenaga profesional yang memiliki keahlian dan kompetensi sesuai bidangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dunia gizi mempunyai hubungan khusus dengan perjalanan pendidikan dan karier yang telah ditempuhnya. Pengetahuan mengenai gizi menjadi salah satu bekal penting yang turut membentuk perjalanan pengabdiannya hingga dipercaya menduduki jabatan Sekda Provinsi Bengkulu.
Herwan mengibaratkan perjalanan karier seseorang sebagai proses menaiki tangga secara bertahap. Dalam perjalanan tersebut, pendidikan dan pengalaman di bidang gizi menjadi salah satu pijakan awal yang memiliki arti besar dalam kehidupannya.
Karena itu, ia mengaku mempunyai kedekatan emosional dengan PERSAGI dan berharap organisasi tersebut terus berkembang sebagai wadah profesional yang mampu melahirkan gagasan serta kegiatan bermanfaat.
Herwan juga meminta jajaran pengurus yang baru dilantik segera menyusun agenda kerja berdasarkan kebutuhan masyarakat. Program organisasi diharapkan memiliki sasaran jelas, terukur, serta mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan gizi keluarga dan anak-anak.
Menurutnya, kolaborasi antara PERSAGI dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar berbagai program kesehatan dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Sinergi tersebut juga penting untuk memperluas jangkauan edukasi gizi hingga ke lingkungan masyarakat paling bawah.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPD PERSAGI Bengkulu periode 2026–2031 sekaligus berharap organisasi itu semakin aktif mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PERSAGI, Doddy Izwardi, menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir langsung di Provinsi Bengkulu. Kunjungan tersebut terasa istimewa karena dirinya berkesempatan bertemu kembali dengan Herwan Antoni, yang pernah menjadi mahasiswa sekaligus bagian dari perjalanan akademiknya.
Doddy menilai perjalanan Herwan merupakan gambaran bahwa profesi ahli gizi memiliki ruang pengabdian yang sangat luas. Lulusan bidang gizi tidak hanya berpeluang bekerja dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dapat mengembangkan karier di lingkungan pemerintahan, pendidikan, penelitian, hingga perumusan kebijakan publik.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa dan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di bidang gizi. Para calon tenaga profesional diminta terus mengembangkan kemampuan, memperluas pengetahuan, serta tidak membatasi peluang pengabdian hanya pada satu sektor pekerjaan.
Lebih lanjut, Doddy menekankan bahwa tantangan pembangunan kesehatan saat ini membutuhkan keterlibatan ahli gizi secara lebih luas. Tanggung jawab mereka bukan sekadar memberikan penyuluhan mengenai makanan sehat, melainkan turut memastikan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar keilmuan.
Salah satu program yang membutuhkan dukungan profesional tersebut adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurut Doddy, PERSAGI harus mengambil bagian secara aktif dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Keahlian tenaga gizi diperlukan agar penyediaan makanan tidak hanya memenuhi kebutuhan secara kuantitas, tetapi juga memperhatikan keseimbangan kandungan nutrisi, kualitas bahan pangan, keamanan makanan, serta kebutuhan kelompok penerima manfaat.
Keterlibatan ahli gizi juga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan masalah gizi, termasuk kekurangan gizi, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi sehat dan seimbang.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru DPD PERSAGI Provinsi Bengkulu, diharapkan lahir berbagai terobosan yang memperkuat pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum bagi PERSAGI Bengkulu untuk memperluas kontribusi profesionalnya. Tidak hanya sebagai organisasi yang menaungi para ahli gizi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang ikut menentukan kualitas kesehatan dan masa depan sumber daya manusia di Bumi Merah Putih.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra