TEROPONGPUBLIK.CO.ID -Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kawasan pasar yang tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat. Salah satu upaya nyata tersebut kembali dilakukan melalui kegiatan penataan dan penertiban pedagang di Pasar Panorama, Selasa (13/1/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari program berkelanjutan Pemkot Bengkulu untuk mengembalikan fungsi pasar sekaligus menjaga ketertiban ruang publik.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, yang juga menjabat sebagai Camat Singaran Pati. Ia turun langsung ke lapangan bersama petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan proses penataan berjalan efektif dan kondusif.
Sebelum penataan dilakukan, seluruh petugas gabungan mengikuti Apel Lintas OPD dan Forkopimcam yang digelar di kawasan Pasar Panorama. Apel tersebut menjadi titik awal koordinasi sekaligus penegasan komitmen bersama dalam rangka penataan, peneguran, dan penertiban pedagang yang masih berjualan di luar area pasar, seperti badan jalan dan trotoar. Usai apel, tim langsung bergerak ke lokasi-lokasi yang selama ini kerap dipadati pedagang kaki lima.
Di lapangan, pendekatan persuasif dan humanis menjadi metode utama yang diterapkan. Alex Periansyah tampak mendatangi para pedagang satu per satu, memberikan penjelasan mengenai pentingnya berjualan di tempat yang telah disediakan di dalam pasar. Ia juga meyakinkan para pedagang bahwa fasilitas kios dan los di dalam Pasar Panorama masih tersedia dan dalam kondisi layak untuk digunakan.
Upaya dialog tersebut membuahkan hasil positif. Sebanyak 52 pedagang yang sebelumnya berjualan di luar area pasar akhirnya bersedia masuk dan menempati kios serta los yang kosong.
Mayoritas pedagang yang masuk merupakan penjual sayuran, ikan, dan ayam. Keberhasilan ini dinilai sebagai langkah awal yang baik dalam proses penataan Pasar Panorama.
“Tadi sudah ada 52 pedagang yang masuk ke dalam pasar. Kita sudah siapkan lapak dan memastikan langsung kondisi kelayakannya. Alhamdulillah, pedagang mau mengikuti arahan,” ujar Alex kepada wartawan di sela kegiatan.
Berdasarkan data Disdagrin Kota Bengkulu, total kios dan los kosong yang tersedia di Pasar Panorama saat ini berjumlah 281 unit. Setelah ditempati oleh 52 pedagang, masih terdapat 229 kios yang belum terisi. Pemkot memastikan bahwa kesempatan bagi pedagang untuk masuk ke dalam pasar masih terbuka lebar.
“Besok UPTD masih akan standby di lokasi untuk menerima pedagang-pedagang lain yang ingin masuk. Hari ini baru pedagang sayuran, ikan, dan ayam. Ke depan kita harapkan pedagang lainnya juga segera menempati kios yang tersedia,” tambah Alex.
Kegiatan penataan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Kecamatan Singaran Pati, yang dipimpin oleh Sekretaris Camat Mardiansyah, serta aparat dari Kelurahan Lingkar Timur, Kelurahan Panorama, dan Kelurahan Dusun Besar. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas dan ketertiban selama proses penataan berlangsung.
Alex menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu mengimbau seluruh pedagang untuk mematuhi aturan dan berjualan sesuai dengan tempat yang telah disediakan di dalam pasar. Ia menilai tidak ada lagi alasan bagi pedagang untuk bertahan di luar area pasar, mengingat fasilitas di dalam sudah memadai.
“Kita sudah cek langsung ke dalam, baik untuk pedagang ikan, daging, maupun komoditas lainnya. Semuanya siap dan layak. Jadi tidak ada alasan lagi untuk berjualan di badan jalan atau trotoar,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penataan Pasar Panorama tidak berhenti sampai di sini. Pemkot Bengkulu akan terus melakukan penataan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan harapan Pasar Panorama dapat kembali berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra