TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Seperti tradisi setiap tahunnya, malam takbiran selalu menjadi momen yang dinantikan oleh para pedagang pakaian, sepatu, tas, dan berbagai barang lainnya di sepanjang Jalan Suprapto. Biasanya, para pedagang mulai berjualan sejak H-3 hingga malam takbiran, membentuk barisan rapi untuk menarik perhatian pembeli. Namun, tahun ini situasi tampaknya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Mayoritas pedagang yang berjualan di pinggir Jalan Suprapto berasal dari Pasar PT Panorama serta beberapa dari kalangan pedagang keliling. Biasanya, kawasan ini dipadati oleh pengunjung yang ingin berbelanja menjelang Hari Raya Idulfitri, namun kini suasana jauh lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Saat ditemui oleh media Teropong Publik, Zainal (50), seorang pedagang pakaian, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap penurunan omzet yang cukup drastis.
"Tahun ini sangat berbeda dari sebelumnya. Omzet kami jauh menurun. Biasanya, pada H-1 Lebaran, dagangan kami sudah hampir habis terjual. Namun, tahun ini stok masih banyak tersisa. Penjualan kami benar-benar merosot," ungkapnya.
Fenomena ini juga dirasakan oleh pembeli setia seperti Rozi (27), warga Pondok Kelapa, yang setiap tahun datang ke Jalan Suprapto untuk berbelanja pakaian. Menurutnya, suasana tahun ini tidak seramai biasanya.
"Dulu setiap malam takbiran, jalan ini pasti macet karena banyaknya orang berbelanja. Tapi sekarang tidak seperti itu lagi. Saya juga merasa jumlah pedagang berkurang," ujar Rozi.
Banyak faktor yang diduga menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat dan sepinya pengunjung di kawasan ini. Salah satu faktor utama adalah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih setelah pandemi serta meningkatnya harga-harga kebutuhan pokok. Banyak masyarakat yang lebih memilih untuk berhemat dan mengutamakan kebutuhan pokok dibandingkan berbelanja pakaian baru untuk Lebaran.
Selain itu, meningkatnya tren belanja online juga dianggap menjadi faktor lain yang mengurangi minat masyarakat untuk datang langsung ke pasar tradisional. Dengan kemudahan akses dan beragam promo yang ditawarkan oleh platform e-commerce, banyak orang lebih memilih berbelanja dari rumah tanpa harus berdesakan di pasar.
Para pedagang berharap kondisi ini bisa membaik di tahun-tahun mendatang. Mereka berharap pemerintah setempat dapat memberikan solusi, seperti mengadakan bazar murah atau festival belanja untuk menarik lebih banyak pengunjung ke area perdagangan di malam takbiran.
Meski tahun ini mengalami tantangan, semangat para pedagang tetap tinggi. Mereka tetap berjualan hingga malam takbiran dengan harapan ada lonjakan pembeli di menit-menit terakhir. Jalan Suprapto yang selama ini menjadi ikon belanja malam takbiran diharapkan bisa kembali ramai seperti dahulu, membawa berkah bagi para pedagang dan kebahagiaan bagi para pembeli.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra