TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota Bengkulu terus mempercepat upaya meningkatkan kualitas penerangan kota melalui program bertajuk “Bengkuluku Terang Benderang”. Pada tahun anggaran 2026, Pemkot menargetkan pemasangan sebanyak 1.095 unit lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp7 miliar.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada penambahan titik lampu baru, tetapi juga mencakup penggantian lampu lama yang sudah tidak optimal. Lampu-lampu konvensional yang mulai redup secara bertahap akan diganti dengan teknologi LED yang dikenal lebih hemat energi serta memiliki daya tahan lebih lama.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pencahayaan di berbagai ruas jalan serta kawasan publik di Kota Bengkulu, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan listrik pada fasilitas umum.
Sejumlah lokasi strategis menjadi prioritas dalam program penerangan tersebut. Salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus adalah Pantai Panjang, yang selama ini menjadi destinasi favorit masyarakat maupun wisatawan untuk beraktivitas pada malam hari.
Dengan pencahayaan yang lebih baik, pemerintah berharap kawasan wisata itu semakin aman, nyaman, dan menarik untuk dikunjungi. Selain itu, penerangan yang memadai juga dinilai penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang berlangsung hingga malam hari.
Tidak hanya melakukan pemasangan lampu secara fisik, Pemkot Bengkulu juga mulai mengembangkan sistem pengelolaan penerangan jalan berbasis teknologi pintar atau smart system. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pemantauan serta pengaturan lampu jalan secara lebih efisien.
Melalui sistem tersebut, lampu jalan dapat dipantau dari pusat kontrol sehingga memudahkan proses perawatan apabila terjadi kerusakan. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga dinilai mampu meningkatkan estetika kota karena tata pencahayaan dapat diatur secara lebih modern dan terintegrasi.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Bengkulu, Toni Hastri Putra, menjelaskan bahwa masyarakat juga dapat berperan aktif dalam mendukung pemerataan penerangan di lingkungan masing-masing. Warga yang merasa wilayahnya masih minim lampu jalan dipersilakan mengajukan permohonan pemasangan melalui mekanisme administratif yang telah disediakan pemerintah.
Menurut Toni, proses pengajuan tersebut dimulai dari tingkat lingkungan. Warga terlebih dahulu menyampaikan proposal melalui Ketua RT setempat, kemudian dilanjutkan dengan persetujuan dari pihak kelurahan.
“Proposal yang diajukan harus diketahui oleh lurah setempat sebagai bentuk verifikasi awal di tingkat kelurahan,” ujar Toni.
Setelah melalui proses tersebut, proposal selanjutnya disampaikan kepada Wali Kota Bengkulu. Surat permohonan yang masuk nantinya akan didisposisikan kepada Dinas Perhubungan untuk ditindaklanjuti melalui proses survei teknis di lapangan.
Tim teknis dari Dishub kemudian akan melakukan peninjauan lokasi untuk memastikan kebutuhan pemasangan lampu serta menyesuaikannya dengan ketersediaan anggaran yang ada.
Toni menambahkan bahwa kelengkapan data dalam proposal sangat menentukan kecepatan proses penanganan. Oleh karena itu, masyarakat diminta mencantumkan informasi yang jelas, seperti titik lokasi pemasangan, jumlah lampu yang dibutuhkan, serta kondisi lingkungan sekitar.
Dengan data yang lengkap, tim teknis dapat melakukan analisis lebih cepat sehingga proses perencanaan hingga pemasangan dapat berjalan lebih efektif.
Ia juga menegaskan bahwa mekanisme pengajuan yang dilakukan secara berjenjang merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi serta akuntabilitas pelayanan publik di Kota Bengkulu.
Melalui program Bengkuluku Terang Benderang ini, Pemkot Bengkulu berharap seluruh wilayah kota secara bertahap dapat menikmati penerangan jalan yang memadai.
Selain meningkatkan keamanan bagi pengguna jalan, keberadaan lampu jalan juga diharapkan mampu menekan potensi tindak kriminalitas serta mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, visi menjadikan Kota Bengkulu sebagai kota yang terang, aman, dan nyaman untuk dihuni diyakini dapat segera terwujud.
Pewarta: Adi Saputra
Editing: Adi Saputra