Skip to main content

Reses Sumardi: Lampu Mati hingga Drainase Jadi Keluhan Dominan

Reses Sumardi: Lampu Mati hingga Drainase Jadi Keluhan Dominan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>> Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M., melaksanakan Reses Masa Sidang ke-III Tahun 2025, Kamis siang (4/12), di kediamannya. Agenda tersebut menjadi lebih istimewa karena merupakan reses terakhir dalam rangkaian masa sidang tahun ini. Kehadiran tokoh masyarakat, perwakilan RT, dan warga sekitar menjadikan diskusi berjalan lebih terbuka, penuh masukan, serta sarat harapan.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendesak yang dianggap sudah berlangsung cukup lama namun belum menemukan solusi yang serius. Keluhan utama berkaitan dengan minimnya penerangan jalan di beberapa titik lingkungan. Sejumlah warga menuturkan bahwa akses menuju permukiman masih gelap pada malam hari karena belum adanya lampu jalan memadai, bahkan lampu yang sudah terpasang pun sering padam tanpa pemberitahuan. Kondisi tersebut dinilai memicu potensi tindak kriminal, kecelakaan, hingga rasa waswas bagi pengendara dan pejalan kaki.

Persoalan kelistrikan turut menjadi sorotan dan kembali mengemuka seperti dalam reses-reses sebelumnya. Warga mengungkapkan adanya tiang listrik yang menanggung beban instalasi melebihi ketentuan ideal. Berdasarkan informasi dari petugas, satu tiang seharusnya hanya melayani maksimal tujuh rumah, namun pada kenyataannya terdapat tiang yang menyuplai hingga 23 rumah. Dampaknya, pemadaman bergilir maupun tiba-tiba sering terjadi, terutama di wilayah Nusa Indah dan beberapa titik sekitarnya. Kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap aktivitas warga, termasuk pelaku usaha kecil hingga pelajar yang mengandalkan listrik untuk kebutuhan belajar malam.

Keluhan lain yang tidak kalah penting menyangkut banjir yang kerap muncul di jalan negara yang baru dibangun. Saat hujan deras, air menggenang cukup tinggi dan menutupi permukaan hingga menyerupai jalan rata. Akibatnya, pengendara motor kerap terjatuh karena tidak mampu melihat kedalaman air maupun dasar jalan. Warga menyebutkan bahwa ketiadaan drainase menjadi penyebab utama, sehingga air hujan tidak memiliki saluran pembuangan yang baik. Mereka berharap pemerintah segera membangun siring atau saluran ganda di kiri dan kanan jalan sebagai solusi permanen.

Menanggapi keluhan warga, Sumardi menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti secara terukur. Ia menyebut bahwa persoalan lampu jalan menjadi salah satu yang akan segera dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Bengkulu, mengingat retribusi penerangan dan kewenangan pengelolaan berada pada ranah pemerintah kota. Ia juga menilai perlunya koordinasi lintas sektor untuk memastikan perbaikan lampu benar-benar menyentuh wilayah yang prioritas dan rawan.

Terkait persoalan kelistrikan, Sumardi menyampaikan langkah konkret yang akan segera ditempuh. Ia menjadwalkan bertemu dengan Direktur PLN Pusat pada pekan depan guna membahas beban tiang listrik, pola pemadaman yang sering terjadi, hingga peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat Bengkulu.

Reses ditutup dengan komitmen Sumardi bahwa seluruh aspirasi tidak akan berhenti sebagai rangkuman catatan, tetapi akan menjadi dasar perjuangan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan warga. Ia menegaskan, tugas legislatif bukan sekadar mendengar, melainkan memastikan solusi dapat diwujudkan secara nyata bagi masyarakat. 

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra