TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu secara resmi mempublikasikan Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) Tahun Anggaran 2025. Laporan ini menjadi gambaran komprehensif atas capaian pembangunan yang berhasil diraih sepanjang tahun, baik dari sisi indikator makro maupun inovasi daerah.
Wali Kota Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing menyampaikan bahwa kinerja pemerintah daerah menunjukkan tren positif yang konsisten. Salah satu indikator utama yang mengalami peningkatan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pada tahun 2025, IPM Kota Bengkulu tercatat mencapai 84,59, meningkat dari 83,95 pada tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah juga menunjukkan performa menggembirakan dengan angka 5,56 persen. Capaian ini menandakan stabilitas ekonomi yang terjaga di tengah berbagai tantangan.
Menurut Dedy Wahyudi, peningkatan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Peningkatan IPM menunjukkan kualitas hidup warga semakin baik,” ujarnya.
Tidak hanya unggul pada indikator makro, Kota Bengkulu juga mencatat prestasi di bidang inovasi daerah. Realisasi Indeks Inovasi Daerah pada tahun 2025 mencapai 80 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 79 persen.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu kembali meraih penghargaan bergengsi Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan predikat “Kota Sangat Inovatif”.
Prestasi ini sekaligus menegaskan konsistensi Kota Bengkulu yang selama empat tahun berturut-turut masuk dalam kategori daerah paling inovatif di Indonesia.
Di sektor pelayanan dasar, pemerintah daerah mencatatkan capaian maksimal. Pada urusan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, hingga korban bencana berhasil terealisasi 100 persen.
Sementara itu, pada sektor kesehatan, layanan terhadap penderita gangguan jiwa berat serta kasus tuberkulosis juga telah terpenuhi sepenuhnya sesuai standar pelayanan.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses layanan yang layak dan merata.
Dari sisi pengelolaan keuangan, Pemerintah Kota Bengkulu kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan tahun 2025.
Adapun realisasi belanja daerah hingga akhir tahun anggaran tercatat sebesar Rp1,11 triliun atau 79,21 persen dari total anggaran Rp1,40 triliun. Angka ini mencerminkan pengelolaan anggaran yang cukup optimal dan terukur.
Menutup penyampaian RLPPD 2025, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di masa mendatang.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah agar semakin maju dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan pembangunan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tutupnya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra