Skip to main content

Sinergi Polisi, Pemkot, dan Pengusaha Angkat Derita Warga Bengkulu

Sinergi Polisi, Pemkot, dan Pengusaha Angkat Derita Warga Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Kisah kemanusiaan kembali mengetuk nurani publik Bengkulu. Di tengah hiruk pikuk kota, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem, berjuang bertahan dengan kondisi yang jauh dari kata layak.

Pak Pandi, seorang warga Kelurahan Pematang Gubernur, menjadi potret nyata ketimpangan sosial yang selama ini luput dari perhatian, hingga akhirnya sebuah video singkat di media sosial membuka mata banyak pihak.

Kondisi Pak Pandi yang tidak dapat berjalan, serta harus menghidupi dua orang putrinya di tempat tinggal sempit yang berdampingan langsung dengan kandang ayam, memicu gelombang empati dari masyarakat luas.

Tayangan tersebut menyebar cepat dan sampai ke jajaran pimpinan daerah, termasuk Kepolisian Daerah Bengkulu. Respons cepat pun diberikan, tidak sekadar berupa ucapan simpati, melainkan aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., turun langsung menemui Pak Pandi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan melihat langsung tempat tinggal yang selama ini dihuni keluarga tersebut, Kapolda mengaku sangat prihatin. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap warga yang hidup dalam kesulitan, terlebih mereka yang membutuhkan perhatian khusus.

“Alhamdulillah, siang ini kita bisa hadir langsung memberikan bantuan kepada Pak Pandi. Beliau tidak bisa berjalan dan memiliki dua orang anak perempuan yang harus kita perhatikan. Selama ini mereka menyewa rumah dengan kondisi yang sangat tidak layak, bahkan di belakang rumah ada kandang ayam,” ujar Irjen Pol. Mardiyono saat diwawancarai di lokasi.

Langkah kemanusiaan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan bersama. Kapolda Bengkulu menggandeng Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu, Syamsu Ihwan, yang dengan penuh kepedulian menghibahkan sebidang tanah untuk dibangunkan rumah bagi Pak Pandi dan keluarganya.

Bantuan itu menjadi fondasi awal perubahan besar dalam kehidupan keluarga kecil tersebut.
Tak hanya berhenti pada penyediaan lahan, Kapolda Bengkulu juga menegaskan bahwa pembangunan rumah akan dilakukan secara gotong royong oleh jajaran Polda Bengkulu. Ia memastikan proses pembangunan tidak akan berlarut-larut agar keluarga Pak Pandi segera bisa menempati hunian yang layak dan aman.

“Insyaallah, dalam waktu satu bulan rumah ini bisa selesai dibangun dan siap dihuni. Seluruh personel Polda Bengkulu akan ikut bergotong royong agar prosesnya cepat dan hasilnya maksimal,” tegas Kapolda.

Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bengkulu. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang hadir langsung bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Penjabat Sekda Tony Elfian, Camat Muara Bangkahulu Bambang, Lurah Pematang Gubernur, serta jajaran Pemkot lainnya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sinergi lintas sektor yang terbangun.

“Hari ini kita bersama-sama membangun rumah Pak Pandi. Alhamdulillah, tanahnya bantuan dari Ketua REI Bengkulu, bang Iwan. Pembangunan rumahnya dibantu Bapak Kapolda, dan untuk isinya nanti insyaallah dari Pemerintah Kota Bengkulu,” ujar Dedy Wahyudi.

Ia menambahkan, kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus melalui kerja bersama. Pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan kalangan pengusaha diharapkan terus bersinergi membantu warga yang membutuhkan.

Doa dan harapan pun mengalir dari jajaran Pemkot Bengkulu agar Kapolda Bengkulu senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas. Sosok Kapolda dinilai telah memberi teladan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian untuk hadir dan peduli pada rakyat kecil.

Bagi Pak Pandi, bantuan tersebut bukan sekadar rumah baru. Lebih dari itu, ini adalah titik balik kehidupan. Sebuah kesempatan untuk hidup lebih layak, tidur lebih tenang, dan membesarkan anak-anaknya dengan harapan baru. Dari tempat yang dahulu penuh keterbatasan, kini tumbuh optimisme bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra