Skip to main content

Sudisman Soroti Pemangkasan TKD dan Desak Pemerintah Cepat Tangani Keluhan Warga

Sudisman Soroti Pemangkasan TKD dan Desak Pemerintah Cepat Tangani Keluhan Warga

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Hanura, Sudisman, S.Sos, kembali turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Masa Sidang ke-III Tahun 2025. Reses tersebut digelar di Kantor Kecamatan Ratu Samban pada Senin sore (8/12) dan dihadiri perwakilan kelurahan, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang ingin menyampaikan keluhan terkait persoalan di wilayah mereka.

Dalam kesempatan itu, Sudisman menyoroti salah satu persoalan besar yang dinilainya berpengaruh terhadap lambannya penanganan aspirasi masyarakat, yaitu pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat. Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, TKD Kota Bengkulu untuk tahun anggaran 2026 mengalami pengurangan cukup signifikan, yakni sekitar Rp167 miliar.

Menurutnya, pemangkasan tersebut memberikan tekanan besar terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam menjalankan program prioritas, terutama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. “Dengan keterbatasan anggaran saat ini, terutama tahun 2026, TKD kita dipangkas Rp167 miliar. Kita bisa memaklumi kondisi ini, namun faktanya keluhan yang disampaikan warga hari ini bukan hal baru. Bahkan, tahun 2024 pun persoalan yang sama sudah pernah mereka sampaikan,” ujarnya.

Sudisman menilai, keberulangan aduan dari masyarakat menunjukkan bahwa terdapat sejumlah persoalan yang belum mendapatkan perhatian serius maupun solusi efektif dari dinas terkait. Ia menyebut, berbagai keluhan warga mulai dari infrastruktur jalan lingkungan, perbaikan drainase, hingga isu kebersihan dan penanganan lingkungan masih menyisakan pekerjaan yang belum terselesaikan.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran memang menjadi kendala, namun tidak semestinya selalu dijadikan alasan utama dalam setiap persoalan masyarakat. “Kalau setiap keluhan masyarakat selalu terbentur alasan anggaran, tentu ini tidak tepat. Apalagi keluhan itu berkaitan dengan kebutuhan dasar warga yang semestinya masuk dalam prioritas penanganan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sudisman mendorong pemerintah daerah agar melakukan terobosan dan inovasi pembiayaan, seperti mengefektifkan program lintas OPD, memaksimalkan dana yang tersedia, serta mencari alternatif pendanaan lain. Ia berharap pemerintah memiliki langkah strategis agar aspirasi yang disampaikan warga tidak lagi sekadar menjadi catatan reses tanpa tindak lanjut nyata.

“Saya akan perjuangkan apa yang disampaikan warga hari ini. Jangan sampai persoalan berulang dari tahun ke tahun tanpa penyelesaian. Pemerintah harus hadir dengan solusi konkret, bukan hanya janji,” tegasnya.

Suasana reses sore itu berlangsung aktif dan penuh diskusi. Warga secara bergantian menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi, dengan harapan aspirasi tersebut dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti. Di akhir acara, Sudisman memastikan seluruh catatan akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama dinas terkait dalam agenda pembahasan program kerja.

Kegiatan reses di Kecamatan Ratu Samban tersebut kembali menegaskan pentingnya komitmen pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Sudirman berharap, dengan adanya komunikasi terbuka antara rakyat dan wakilnya, penyelesaian berbagai persoalan dapat lebih cepat diwujudkan, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra