Skip to main content

Tangani Keluhan Warga Soal Jalan Amblas, Andy Suhary Usulkan Rp200 Juta di APBD 2026

Tangani Keluhan Warga Soal Jalan Amblas, Andy Suhary Usulkan Rp200 Juta di APBD 2026

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Ketua Badan Kehormatan DPRD Provinsi Bengkulu, Andy Suhary, S.E., M.Pd., kembali menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses yang digelar di Desa Sidomakmur, Kecamatan Air Majunto, Kamis (12/2/2026). Reses tersebut menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan di lapangan.

Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan beragam keluhan, mulai dari pelayanan kesehatan, kondisi infrastruktur, hingga kebutuhan sarana pendukung sektor pertanian dan peternakan. Warga berharap aspirasi yang disampaikan tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui kebijakan dan program nyata.
Salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan adalah sulitnya pengurusan BPJS Kesehatan gratis. Sejumlah warga mengaku masih kebingungan dengan prosedur administrasi dan sering terkendala persyaratan yang dianggap rumit. Selain itu, kualitas pelayanan di puskesmas dan rumah sakit juga menjadi sorotan karena dinilai belum maksimal, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan tenaga medis.

Menanggapi persoalan tersebut, Andy Suhary menegaskan akan membawa aspirasi warga ke tingkat provinsi dan berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Kesehatan. Ia berharap ke depan ada perbaikan sistem pelayanan, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan yang menjadi hak dasar.
“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kalau masih ada keluhan, berarti sistemnya harus kita benahi bersama,” ujarnya di hadapan warga.

Tak hanya sektor kesehatan, warga Desa Sidomakmur juga mengusulkan bantuan alat pencacah pakan ternak. Alat tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas peternakan, terutama bagi kelompok ternak skala kecil. Dengan adanya alat tersebut, proses pengolahan pakan diharapkan lebih efisien dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani.

Di bidang infrastruktur, keluhan masyarakat cukup beragam. Warga menyoroti banyaknya jalan penghubung yang rusak, termasuk ruas yang mengarah ke wilayah Kabupaten Mukomuko. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Andy menyampaikan bahwa untuk jalan yang menjadi kewenangan kabupaten, pihaknya akan mendorong agar Dinas PUPR Mukomuko segera melakukan penanganan. Sementara untuk ruas jalan provinsi, ia berkomitmen mengawal pengusulan anggaran agar bisa segera direalisasikan.
Warga juga meminta perhatian terhadap jalan lingkungan dan jalan usaha tani di Desa Sidomakmur yang sebagian besar sudah berlubang dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Kondisi ini dinilai memperlambat distribusi hasil panen dan meningkatkan biaya transportasi.

Sementara itu, di Desa Agung Jaya, masyarakat mengeluhkan kerusakan jalan provinsi di sekitar pasar. Selain berlubang, saluran air atau siring di sepanjang jalan juga tertimbun akibat aktivitas warga, sehingga sering menyebabkan genangan air dan memperparah kerusakan jalan.
“Mulai dari wilayah Yamaja sampai SP3 perlu pemeliharaan serius. Ini sudah masuk kewenangan provinsi, jadi harus segera ditindaklanjuti,” kata Andy.

Dalam rangkaian reses tersebut, Andy Suhary juga meninjau langsung kondisi gorong-gorong di jalan menuju Desa Tanah Rekah. Gorong-gorong tersebut mengalami penurunan dan sebagian badan jalan tampak amblas. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan serta berpotensi memutus akses transportasi warga.

Menurut Andy, perbaikan gorong-gorong tersebut telah diusulkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Provinsi Bengkulu dan sudah masuk dalam APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp200 juta.
“Kita sudah masukkan usulan perbaikannya. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan, karena akses ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari,” tutupnya.

Ia menambahkan, reses bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana penting untuk memastikan pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di daerah.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra