TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Tiga dari delapan korban yang sebelumnya dilaporkan terjebak dalam peristiwa banjir Sungai Kemaceak, Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Syaprul, SE, memastikan seluruh korban telah berhasil ditemukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.
“Keseluruhan korban yang terjebak banjir Sungai Kemaceak Desa Lemeu Kecamatan Uram Jaya dengan inisial L, VR, dan FR dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” ungkap Syaprul, SE.
Menurut keterangan warga setempat, aliran Sungai Kemaceak kerap mengalami peningkatan debit air secara tiba-tiba saat hujan deras terjadi di wilayah hulu atau pegunungan. Kondisi tersebut menyebabkan air meluap dengan sangat cepat dan deras, yang dinilai lebih berbahaya dibandingkan banjir biasa. Selain itu, aliran sungai juga di penuhi material batuan yang cukup besar sehingga arus menjadi semakin kuat dan sulit diprediksi.
Warga menyebutkan bahwa luapan air di Sungai Kemaceak dapat berubah dalam hitungan menit hingga beberapa jam, sehingga sangat berisiko bagi masyarakat yang belum memahami kondisi sungai tersebut.
Dengan ditemukannya seluruh korban, BPBD Kabupaten Lebong menyatakan proses pencarian dan evakuasi resmi dihentikan.
Syaprul, SE juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan, termasuk masyarakat setempat serta unsur TNI dan Polri yang berjibaku di lapangan.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” tambahnya.
Sementara itu, Tim wartawan Teropong Publik menyampaikan bahwa pada saat kejadian mereka turut menghubungi BASARNAS. Namun, respons yang diterima pada saat itu belum berlangsung secara cepat sesuai kondisi darurat di lapangan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi luapan air sungai secara tiba-tiba, khususnya di wilayah yang rawan banjir kiriman dari daerah hulu.
Pewarta: Harlis Sang Putra
Editing: Ada Saputra