TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Menjelang aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, suasana tampak berbeda dari biasanya. Selain aparat keamanan yang bersiap mengamankan jalannya aksi, hadir pula seorang tokoh spiritual yang menggelar doa bersama. Kehadiran tokoh tersebut dimaksudkan untuk mendoakan agar unjuk rasa berlangsung damai, tertib, serta jauh dari kericuhan seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Aksi kali ini merupakan rangkaian lanjutan dari demonstrasi bertajuk Indonesia (C) Emas yang digelar pada 29 Agustus lalu. Saat itu, massa aksi sempat terlibat ketegangan dengan aparat hingga berujung pada perusakan sejumlah fasilitas, termasuk pagar gedung DPRD. Berangkat dari pengalaman tersebut, mahasiswa kembali turun dengan membawa 14 poin tuntutan yang akan disampaikan kepada wakil rakyat.
Namun, yang menarik perhatian masyarakat justru kehadiran tokoh spiritual Mardi Kusuma. Ia tampak khusyuk memimpin zikir dan doa, memohon kepada Allah SWT agar hujan diturunkan sehingga aksi berjalan dalam suasana teduh dan penuh kedamaian.
“Kami mohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan supaya demo ini damai, penuh rasa syukur, dan bersahabat. Kalau memang mau menyampaikan aspirasi, sampaikanlah dengan baik. Apalagi mahasiswa ini adalah kaum intelektual, tentu harus menunjukkan sikap yang bijak,” ujar Mardi Kusuma di sela doa yang digelar, Senin (2/9).
Menurutnya, hujan bukan hanya anugerah untuk menyuburkan bumi, tetapi juga simbol kesejukan dan penenang suasana. Ia berharap, jika hujan turun, massa aksi bisa tetap fokus menyuarakan aspirasi tanpa perlu terjadi gesekan dengan pihak keamanan maupun masyarakat sekitar.
“Kita minta kepada Allah supaya cuaca sejuk. Bahkan jika hujan turun, semoga membawa kedamaian dan ketenangan bagi semua pihak, baik mahasiswa, aparat, maupun masyarakat yang menyaksikan,” tambahnya.
Kehadiran Mardi Kusuma beserta rombongan yang ikut berdoa bersama mendapat perhatian banyak pihak. Sebagian masyarakat menilai langkah tersebut positif, mengingat aksi sebelumnya sempat menimbulkan kerugian materi akibat perusakan fasilitas negara. Dengan doa dan harapan akan turunnya hujan, mereka optimistis aksi mahasiswa dapat berlangsung lebih tertib.
Sementara itu, aparat kepolisian tetap menyiagakan personel dalam jumlah besar untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Prosedur pengamanan dilakukan secara ketat, termasuk pemeriksaan terhadap peserta aksi sebelum memasuki kawasan gedung DPRD. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada yang membawa benda berbahaya yang dapat memicu gangguan keamanan.
Sejumlah elemen masyarakat juga menyuarakan dukungan terhadap aksi mahasiswa, namun menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara damai. Mereka berharap agar pengalaman ricuh pada aksi sebelumnya tidak terulang lagi.
Demonstrasi mahasiswa yang membawa 14 tuntutan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong pemerintah daerah dan DPRD Bengkulu lebih responsif terhadap persoalan rakyat. Namun, di sisi lain, kedamaian dan ketertiban tetap menjadi syarat utama agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.
Dengan doa, zikir, serta upaya menjaga suasana kondusif, diharapkan aksi mahasiswa kali ini benar-benar berjalan damai. Seperti pesan Mardi Kusuma, hujan yang turun bukan hanya rahmat, melainkan juga pertanda kesejukan hati dalam menyuarakan kebenaran.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra