TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ajakan tersebut ditekankan agar menjadi kegiatan rutin, khususnya saat akhir pekan, sebagai upaya bersama menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Menurut Dedy, kebersihan Kota Bengkulu yang dikenal dengan julukan Bumi Merah Putih bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat menentukan dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan tertata.
“Kota ini milik kita bersama. Kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah. Jika bukan kita yang peduli, lalu siapa lagi. Dan kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi,” tegas Dedy saat menyampaikan imbauannya, Jumat malam (16/1/2026).
Gerakan gotong royong yang didorong oleh Pemerintah Kota Bengkulu ini mencakup sejumlah kegiatan penting di lingkungan permukiman warga. Di antaranya adalah pembersihan saluran air dan selokan yang kerap tersumbat oleh lumpur, dedaunan, serta sampah plastik. Kondisi selokan yang tidak terawat dinilai menjadi salah satu penyebab genangan air dan banjir saat hujan turun.
Selain itu, pembersihan siring dan drainase yang tercemar juga menjadi perhatian utama. Lingkungan yang dipenuhi sampah tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Pemangkasan rumput ilalang yang tumbuh tinggi dan liar turut menjadi bagian dari agenda gotong royong, guna menjaga keindahan dan kerapian kawasan permukiman.
Tidak kalah penting, penertiban Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang masih sering ditemukan di sejumlah titik permukiman juga menjadi sasaran utama. Dedy menilai keberadaan TPS liar mencerminkan masih rendahnya kesadaran sebagian warga terhadap pengelolaan sampah yang benar.
“Kalau kita disiplin membuang sampah pada tempatnya, TPS liar tidak akan muncul. Ini soal kebiasaan dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Wali Kota berharap melalui gerakan ini, nilai-nilai gotong royong yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia dapat terus hidup dan mengakar di tengah masyarakat Kota Bengkulu. Ia menilai, gotong royong bukan hanya soal membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.
Dedy juga menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih dan tertata, masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya, baik dari sisi kesehatan, kenyamanan, maupun kebanggaan terhadap kota tempat tinggalnya.
“Kalau kota ini bersih, indah, dan nyaman, tentu kita sendiri yang akan menikmati hasilnya. Kita akan bangga tinggal di Bengkulu,” tambahnya.
Untuk mendukung keberlanjutan gerakan tersebut, Wali Kota meminta seluruh Ketua RT dan RW agar berperan aktif menggerakkan warganya masing-masing. Kegiatan gotong royong diharapkan dapat dijadwalkan secara rutin dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Selain itu, para lurah dan camat juga diminta untuk turun langsung ke lapangan memantau kondisi kebersihan di wilayah kerja masing-masing. Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan agar kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kota Bengkulu diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi kualitas hidup warga yang lebih baik.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra