Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Buka Musda BKMT, Dorong Sinergi Program Keagamaan dan Sosial

Wali Kota Bengkulu Buka Musda BKMT, Dorong Sinergi Program Keagamaan dan Sosial

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, didampingi sang istri Ny. Dian Fitriani Wahyudi, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bengkulu. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Balai Kota Merah Putih pada Rabu (3/9/2025) dengan dihadiri ratusan pengurus dan anggota BKMT dari berbagai kecamatan.

Dalam sambutannya, Dedy menegaskan bahwa Musda BKMT bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk merumuskan arah gerakan dakwah dan kegiatan sosial masyarakat. Melalui musyawarah ini, diharapkan lahir program-program yang tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan daerah.

“Musda ini sangat penting, karena BKMT merupakan mitra pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat pendidikan keluarga. Saya meyakini ibu-ibu majelis taklim adalah madrasah pertama bagi anak-anak kita, sekaligus benteng moral di tengah masyarakat,” ujar Dedy.

Ia menambahkan, peran majelis taklim tidak dapat dipandang sebelah mata. Selain menjadi wadah pengajian dan pembinaan spiritual, BKMT juga berkontribusi dalam bidang sosial, seperti penggalangan kepedulian untuk kaum dhuafa, kegiatan bakti sosial, serta pembinaan generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah merasa perlu bersinergi agar langkah yang ditempuh semakin terarah dan berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, Dedy juga mengumumkan rencana kerja sama antara Pemerintah Kota Bengkulu, Kementerian Agama, dan BKMT. Salah satu program yang tengah disiapkan adalah Sekolah Pra Nikah dan Sekolah Anak yang akan dilaksanakan di masjid-masjid Kota Bengkulu.

Program Sekolah Pra Nikah ditujukan bagi pasangan muda yang akan membangun rumah tangga, agar mereka memiliki bekal pengetahuan agama, keterampilan komunikasi, serta kesiapan mental menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga. Sementara itu, Sekolah Anak lebih difokuskan kepada anak-anak yang membutuhkan bimbingan khusus, terutama bagi mereka yang orang tuanya menghadapi keterbatasan dalam mendidik.

“Program ini nantinya dilaksanakan secara proaktif selama tiga hari, dengan melibatkan para ustaz, ustazah, dan tenaga pendidik dari majelis taklim. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi solusi nyata untuk membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, serta mencetak generasi yang berkarakter,” jelasnya.

Ny. Dian Fitriani Wahyudi yang turut mendampingi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ibu-ibu BKMT yang selalu konsisten hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menjaga keharmonisan sosial.

“BKMT adalah kekuatan besar yang harus terus dirawat. Saya percaya ibu-ibu bisa menjadi motor penggerak perubahan, terutama dalam menanamkan akhlak mulia kepada anak-anak sejak dini,” kata Dian.

Musda BKMT Kota Bengkulu kali ini juga menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memilih kepengurusan baru. Para peserta mengharapkan, kepengurusan hasil Musda mampu melahirkan inovasi program, meningkatkan kualitas dakwah, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah maupun masyarakat luas.

Acara berlangsung penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Para peserta Musda tampak antusias mengikuti jalannya sidang-sidang komisi yang membahas program kerja, serta aktif menyampaikan gagasan demi kemajuan BKMT.

Dengan adanya Musda ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap BKMT semakin solid sebagai wadah pembinaan umat. Kolaborasi antara pemerintah, Kemenag, dan BKMT diyakini dapat memberi dampak nyata, baik dalam bidang pendidikan keluarga, peningkatan kualitas keagamaan, maupun pembangunan sosial di Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra