TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu meningkatkan status kewaspadaan menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah kota dalam beberapa hari terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang sejak awal Januari 2026 dinilai berpotensi menimbulkan berbagai risiko bagi keselamatan warga dan infrastruktur kota.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar berada dalam kondisi siaga penuh dan siap merespons cepat setiap kejadian darurat yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut. Arahan ini ditujukan untuk memastikan pelayanan publik dan upaya mitigasi bencana berjalan maksimal tanpa hambatan.
Menurut Dedy, kesiapsiagaan aparatur pemerintah menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak cuaca buruk, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk dan wilayah rawan banjir serta pohon tumbang. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kelengahan sedikit pun di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
“Seluruh OPD harus siap setiap saat. Saya minta tidak ada pejabat maupun petugas yang sulit dihubungi. Komunikasi harus aktif 24 jam agar setiap laporan dari masyarakat bisa langsung ditindaklanjuti,” tegas Dedy saat memberikan arahan, Selasa (20/1/2026).
Wali kota secara khusus menyoroti peran instansi teknis seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemadam Kebakaran, serta OPD terkait lainnya. Ia meminta agar personel dan peralatan lapangan disiagakan untuk mengantisipasi kejadian seperti pohon tumbang, genangan air, banjir rob, hingga gangguan lalu lintas akibat cuaca ekstrem.
Dedy menegaskan, setiap laporan masyarakat terkait kondisi darurat harus ditangani dengan cepat dan terukur. Ia tidak ingin ada keterlambatan penanganan yang berpotensi memperbesar dampak kerugian bagi warga.
“Begitu ada laporan pohon tumbang atau saluran air tersumbat yang menyebabkan banjir, tim harus langsung bergerak. Tidak ada alasan menunda. Respons cepat adalah bentuk tanggung jawab kita kepada masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu, wilayah Kota Bengkulu masih berada pada fase puncak musim hujan. Curah hujan tinggi diperkirakan akan terus berlangsung sepanjang pekan ini dan berpotensi disertai angin kencang di sejumlah wilayah.
Kondisi tersebut dinilai dapat memicu berbagai kejadian yang membahayakan, seperti pohon tumbang, atap rumah rusak, hingga meningkatnya volume air di drainase dan sungai. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bengkulu mengintensifkan koordinasi lintas OPD guna memastikan langkah antisipasi berjalan optimal.
Selain menginstruksikan jajaran pemerintah, Wali Kota Bengkulu juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama saat berada di luar ruangan. Warga diminta untuk menghindari lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan ketika angin kencang dan hujan lebat terjadi.
“Saya mengimbau warga untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau tiang listrik saat cuaca buruk. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama,” pesan Dedy.
Sebagai bentuk kesiapan layanan darurat, Pemerintah Kota Bengkulu juga memastikan bahwa layanan panggilan darurat 112 tetap aktif selama 24 jam. Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat akibat cuaca ekstrem, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dari petugas.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Wali Kota Bengkulu berharap dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga selama musim hujan berlangsung.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra