TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dalam upaya mendukung pengembangan usaha lokal, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama istri, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, menghadiri acara peresmian kembali atau “re-opening” usaha minuman herbal “Jamu Kito” milik Aulia Wulandari pada Minggu (3/8/2025). Acara tersebut berlangsung di gerai “Jamu Kito” yang berlokasi di Jalan Manggis, Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada Aulia Wulandari selaku pemilik usaha. Ia menilai bahwa “Jamu Kito” merupakan salah satu produk asli daerah yang telah berhasil membawa nama Kota Bengkulu hingga ke tingkat nasional berkat inovasi dan racikan jamu khas yang ditawarkan.
“Saya mewakili Pemerintah Kota Bengkulu sekaligus seluruh warga kota, merasa bangga karena ada salah satu warga kita yang mampu memperkenalkan produk lokal hingga dikenal secara nasional. Ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga tentang identitas dan kebanggaan daerah. Nama “Jamu Kito” ini mewakili kita, orang Bengkulu,” ujar Dedy.
Lebih lanjut, Dedy menyebut bahwa keberhasilan “Jamu Kito” mengingatkannya pada keberadaan merek jamu legendaris dari Jawa, yakni Nyonya Meneer, yang pernah sangat dikenal di seluruh Indonesia. Ia berharap, “Jamu Kito” bisa menapaki jejak serupa dan menjadi ikon baru jamu tradisional dari wilayah Sumatera.
“Kalau dulu kita kenal nama besar Nyonya Meneer dari Jawa, maka ke depan saya ingin “Jamu Kito” menjadi kebanggaan Bengkulu dan dikenal di seluruh nusantara,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga memberikan beberapa pesan kepada Aulia Wulandari untuk terus mengembangkan usahanya. Ia menekankan pentingnya melakukan promosi secara konsisten, menjaga kualitas produk, dan terbuka terhadap evaluasi maupun masukan demi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
“Ini bukan titik akhir. Justru sekarang saatnya mulai promosi lebih besar lagi. Jangan cepat puas. Evaluasi terus produk-produknya, jaga kualitas, dan tetap rendah hati dalam berusaha,” pesannya.
Menariknya, istri Wali Kota Bengkulu, Ny. Dian Fitriani Wahyudi, juga turut memberikan testimoni sebagai pelanggan setia “Jamu Kito”. Ia mengaku sudah cukup lama mengonsumsi jamu racikan Aulia Wulandari dan merasakan manfaat dari produk herbal tersebut.
“Saya sendiri sudah lama menjadi pelanggan “Jamu Kito”. Produk ini memang khas dan punya cita rasa serta manfaat kesehatan yang baik,” ungkap Dian.
Acara peresmian ulang ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Kota Bengkulu, di antaranya Rektor Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Prof. Zulkarnain Dali, Camat Singaran Pati Alex Periansyah, serta sejumlah tamu undangan lainnya yang berasal dari kalangan akademisi, pengusaha, dan masyarakat umum.
Sementara itu, Aulia Wulandari sebagai pemilik “Jamu Kito” menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah kota. Ia menyampaikan bahwa “re-opening” ini menjadi momentum untuk memperluas jangkauan usaha dan memperkenalkan lebih banyak varian jamu yang sesuai dengan selera masyarakat modern, tanpa menghilangkan cita rasa tradisionalnya.
“Ini adalah langkah awal yang baru. Kami ingin menghadirkan jamu yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. Terima kasih atas dukungan semua pihak, terutama Bapak Wali Kota dan Ibu yang telah hadir langsung,” ujar Aulia.
Setelah acara peresmian ulang “Jamu Kito”, kegiatan dilanjutkan dengan acara akikah untuk dua anak dari keluarga Hakim, yaitu Muhammad Thailand Hakim dan Jeanameera Arashi Hakim. Acara akikah tersebut digelar di tempat yang sama, menambah suasana hangat dan kekeluargaan dalam kegiatan hari itu.
Dengan semakin dikenalnya “Jamu Kito” di kancah nasional, pemerintah daerah berharap akan muncul lebih banyak pelaku usaha lokal lainnya yang bisa mengangkat nama Bengkulu melalui inovasi dan semangat berwirausaha. Pemerintah Kota Bengkulu juga terus mendorong agar produk-produk lokal memiliki daya saing tinggi, baik di pasar dalam negeri maupun mancanegara.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra