Skip to main content

Warga Desa Padang Kuas Keluhkan Dampak SUTT, Tuntut Tindakan Konkret dari Pemerintah

Warga Desa Padang Kuas Keluhkan Dampak SUTT, Tuntut Tindakan Konkret dari Pemerintah

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><<< Rasa cemas dan kekhawatiran mendalam mendorong puluhan warga Desa Padang Kuas, Kabupaten Seluma, mendatangi kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu pada Jumat pagi (11/4). Mereka menyuarakan keluhan terkait dampak jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Taba Lagan–Bentiring (TLB) yang diduga menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan elektronik di rumah-rumah warga.

Dalam aksi ini, warga tidak sendiri. Mereka turut didampingi oleh lembaga lingkungan Kanopi Hijau Indonesia serta beberapa mahasiswa yang menunjukkan solidaritas terhadap permasalahan yang dialami masyarakat. Kehadiran mereka bertujuan untuk mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret menyikapi keresahan tersebut.

Salah satu perwakilan warga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya Gubernur, agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

“Kami datang ke sini karena sudah sangat terganggu. Barang-barang elektronik kami terus-menerus rusak sejak ada SUTT ini. Kami mohon kepada Bapak Gubernur untuk segera bertindak,” ujar seorang warga dengan nada tegas.

Menanggapi aspirasi masyarakat, pihak ESDM memberikan respons positif. Cimbyo, Manajer Pendidikan Kanopi Hijau Indonesia yang turut mendampingi warga dalam audiensi, menjelaskan bahwa Dinas ESDM akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan menggelar pertemuan lanjutan.

“ESDM berjanji akan memfasilitasi pertemuan kembali pada hari Rabu mendatang. Mereka juga akan menghadirkan tim ahli untuk menjelaskan lebih lanjut terkait penyebab kerusakan alat elektronik milik warga,” jelas Cimbyo kepada wartawan usai pertemuan.

Sebelumnya, sebuah penelitian menyebut bahwa tidak ada kaitan langsung antara keberadaan SUTT dengan kerusakan elektronik warga. Namun, kesimpulan ini justru memicu kekecewaan dan ketidakpuasan masyarakat. Banyak warga menilai hasil tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang mereka alami.

“Sebelum ada SUTT, semua peralatan kami baik-baik saja. Tapi sejak tiang-tiang itu berdiri, kulkas, televisi, dan mesin cuci sering rusak tanpa sebab yang jelas. Kami khawatir akan terjadi hal-hal lebih buruk, seperti kebakaran atau bahkan korban jiwa,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga berharap pemerintah tidak tinggal diam dan segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dampak SUTT. Mereka mendesak adanya langkah nyata demi menjamin keselamatan serta kenyamanan hidup masyarakat Desa Padang Kuas di tengah pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra