TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Meningkatnya keresahan warga di wilayah PT Agromuko, Kabupaten Mukomuko, akibat berkeliarannya harimau, telah mendorong mereka untuk mencari bantuan. Beberapa warga bahkan melaporkan kondisi tersebut kepada anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko, Andy Suhary.
Melalui pesan WhatsApp, salah satu warga menyampaikan keluhannya kepada Andy, "Senggol pak bupati juga pak, ini lagi musibah yang menimpa masyarakat, kok tidak hadir dan merespons. Minimal ada rapat dengan dinas sosial untuk bantuan korban, BKSDA Bengkulu, KPH Bengkulu, dan pihak perusahaan perkebunan. Sebab posisi harimau itu sudah di kawasan konservasi PT Agromuko, Tanah Rekah Estate. Ini akan mengganggu kehidupan masyarakat yang bergantung pada kebun sawit."
Menanggapi laporan tersebut, Andy Suhary mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera bertindak.
“Pemerintah harus segera menjamin keselamatan warga, terutama mereka yang bekerja sebagai petani dan mengandalkan hasil kebun. Jika situasi ini berlanjut, saya sarankan pemerintah bersama PT Agromuko memberikan kompensasi kepada warga terdampak untuk meringankan beban mereka,” ujar Andy.
Ia juga menyerukan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta manajemen PT Agromuko agar segera mengambil langkah konkret guna mengatasi ancaman tersebut. Andy menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar keamanan warga bisa segera dipulihkan.
Kejadian ini menjadi perhatian serius karena kehidupan masyarakat di sekitar perkebunan sawit sangat bergantung pada aktivitas kebun. Jika ancaman dari harimau ini terus berlangsung, masyarakat dikhawatirkan akan kehilangan mata pencaharian serta mengalami dampak psikologis yang signifikan.
“Pemerintah harus menjadikan ini prioritas karena situasi ini menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Saya berharap ada tindakan nyata dalam waktu dekat,” tambah Andy.
Di sisi lain, warga terus berharap adanya solusi konkret dari pihak-pihak berwenang. Kondisi ini juga dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi lokal jika tidak segera ditangani. Selain itu, perlindungan terhadap satwa liar juga harus menjadi perhatian agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan signifikan yang diambil. Warga berharap masalah ini segera mendapatkan solusi agar aktivitas mereka di kebun dapat kembali normal tanpa ancaman dari hewan buas.
Paewarta : Api
Editing : Adi Saputra