Skip to main content

Asisten II Pemprov Bengkulu Hadiri Rakor Nasional Pengendalian Inflasi 2024 Secara Daring

Asisten II Pemprov Bengkulu Hadiri Rakor Nasional Pengendalian Inflasi 2024 Secara Daring.Sabtu(15/6)(Herdianson - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID.<<<>>> Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, Raden Ahmad Denni, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Darjana, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Pengendalian Inflasi 2024 secara daring di Balai Raya Semarak. Acara ini dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ketua Pengendali Inflasi Nasional, Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa tingkat pengendalian inflasi di Indonesia saat ini adalah yang terbaik di dunia, dengan angka sebesar 2,84%. Meski demikian, Presiden mengingatkan seluruh provinsi untuk tetap waspada terhadap tantangan inflasi di masa depan, terutama yang disebabkan oleh ancaman perubahan iklim global.

"Angka inflasi kita saat ini 2,84%, ini merupakan yang terbaik di dunia. Tapi kita jangan lengah karena tantangan ke depan masih ada. Saya kira bapak ibu semua sudah mendengar peringatan dari Sekjen PBB, dunia saat ini sedang menuju neraka iklim, suhu akan mencapai tertinggi 5 tahun ke depan. Suhu satu tahun terakhir ini kita merasakan betul adanya gelombang panas seperti di India 50 derajat celcius panas sekali," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden juga menyoroti ancaman perubahan iklim yang telah menjadi fokus pembahasan di PBB. Menurutnya, dampak dari perubahan iklim ini dapat memengaruhi produksi pangan global pada tahun 2050, yang berpotensi menyebabkan kelaparan parah.

"WHO menyebut jika masalah iklim ini dibiarkan, pada tahun 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat yang harus diantisipasi mulai sekarang. Diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air, tidak ada air, dan akan berujung pada kekurangan pangan yang tentunya akan berdampak pada inflasi," tambah Joko Widodo.

Raden Ahmad Denni, Asisten II Pemerintah Provinsi Bengkulu, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun rencana kerja untuk menghadapi ancaman krisis iklim demi menjaga stabilitas kebutuhan pangan di daerah.

"Kita akan mempersiapkan diri menghadapi El Nino, di mana ketenangan suatu negara bergantung pada masyarakatnya yang perutnya nyaman dan kebutuhannya terpenuhi. Kalau tidak, ini akan menjadi persoalan bangsa. Oleh sebab itu, kita menyimak dan menerjemahkan rencana kerja ke depan sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo," ungkap Raden Ahmad Denni.

Selain itu, Raden Ahmad Denni juga berencana mengadakan rapat dengan Tim Pengendalian Inflasi Provinsi serta Tim Pengendalian Inflasi Kabupaten dan Kota untuk merancang strategi lima tahun ke depan dalam menjaga kebutuhan pangan di Bengkulu.

"Tidak menutup kemungkinan rapat bersama Tim Pengendalian Inflasi tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memetakan persiapan lima tahun ke depan. Karena rata-rata di Bengkulu banyak terjadi perubahan fungsi sawah menjadi perkebunan dan perumahan, ini yang harus dipetakan," tutupnya.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra