TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Kota Bengkulu meningkatkan status kewaspadaan menyusul curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah kota sejak Minggu sore (3/5/2026). Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, melalui Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Ardana, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berada dalam kondisi siaga penuh.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, hingga pohon tumbang yang kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat drastis. Pemerintah menilai kesiapsiagaan lintas sektor menjadi kunci dalam meminimalkan dampak buruk bagi masyarakat.
I Made Ardana menegaskan bahwa seluruh OPD diminta untuk tidak lengah dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Setiap instansi diharapkan aktif melakukan pemantauan di lapangan, khususnya pada titik-titik yang selama ini dikenal rawan banjir maupun wilayah dengan banyak pepohonan tua yang berisiko tumbang saat angin kencang.
“Kami telah mengingatkan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan. Pastikan kondisi drainase berjalan optimal dan tidak tersumbat. Jika ditemukan potensi gangguan, segera lakukan penanganan agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Made dalam keterangannya.
Selain fokus pada pengawasan infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan langkah cepat dalam penanganan darurat. Tim reaksi cepat dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk melakukan patroli rutin di sejumlah kawasan strategis, termasuk memantau ketinggian air di pintu-pintu air utama yang menjadi indikator potensi banjir.
Upaya ini merupakan bagian dari sistem mitigasi bencana yang terus diperkuat oleh Pemkot Bengkulu, terutama saat memasuki periode cuaca ekstrem. Koordinasi antarinstansi juga ditingkatkan guna memastikan respons cepat dapat dilakukan jika terjadi kondisi darurat.
Tidak hanya itu, layanan darurat Call Center 112 dipastikan tetap beroperasi selama 24 jam penuh. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk melaporkan kejadian darurat seperti genangan air, pohon tumbang, maupun situasi lain yang membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal. Jika terjadi sesuatu yang membahayakan, segera laporkan melalui layanan yang tersedia agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan secara mandiri. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai dan kawasan dataran rendah diminta lebih berhati-hati terhadap potensi banjir mendadak. Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang guna mengurangi risiko tertimpa pohon tumbang.
Hingga saat ini, hujan masih dilaporkan mengguyur sebagian besar wilayah Kota Bengkulu dengan intensitas yang bervariasi. Kondisi tersebut membuat sejumlah titik mulai terpantau mengalami peningkatan debit air, meski belum dilaporkan adanya kejadian besar yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah berharap, dengan kesiapsiagaan yang telah dilakukan, potensi dampak buruk dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan. Peran aktif masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama.
“Kita semua berharap kondisi tetap aman dan terkendali. Namun, kewaspadaan tetap harus menjadi prioritas agar kita siap menghadapi segala kemungkinan,” tutup Made Ardana.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra