TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu kembali mengintensifkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perlindungan kesehatan peserta didik pada awal tahun ajaran baru. Program nasional ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari orang tua, tenaga pendidik, serta seluruh elemen masyarakat agar cakupan imunisasi anak dapat tercapai secara maksimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menegaskan bahwa imunisasi lanjutan bagi anak usia sekolah merupakan bagian penting dari upaya pencegahan berbagai penyakit menular yang masih berpotensi mengancam kesehatan anak.
Menurutnya, lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat dengan mobilitas tinggi sehingga memungkinkan penyebaran virus maupun bakteri berlangsung lebih cepat. Aktivitas belajar di ruang kelas, penggunaan fasilitas umum, hingga perjalanan menuju dan pulang dari sekolah menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan penyakit.
"Perlindungan terhadap anak-anak harus menjadi perhatian bersama. Kekebalan tubuh yang diperoleh saat imunisasi bayi dan balita akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Karena itu, imunisasi lanjutan melalui program BIAS sangat diperlukan agar anak tetap memiliki daya tahan tubuh yang optimal," ujar Nelli Hartati, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan kajian kesehatan terdapat sedikitnya 11 jenis virus dan 8 jenis bakteri yang dapat menyebar melalui udara maupun kontak langsung. Patogen tersebut berpotensi masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, maupun kulit, sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit serius apabila tidak dicegah sejak dini.
Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada anak yang terpapar, tetapi juga dapat menimbulkan penularan di lingkungan keluarga. Anak yang membawa virus atau bakteri dari sekolah berpotensi menularkannya kepada adik yang masih bayi, balita, hingga anggota keluarga lanjut usia yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah.
Selain itu, proses penularan di lingkungan sekolah dapat berlangsung selama beberapa jam ketika para siswa berinteraksi dalam kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas lainnya. Oleh sebab itu, imunisasi menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai penyebaran penyakit.
Program BIAS tahun 2026 akan menjangkau seluruh peserta didik di sekolah negeri, sekolah swasta, hingga pondok pesantren yang berada di wilayah Kota Bengkulu. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan, puskesmas, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Nelli memastikan seluruh vaksin yang digunakan dalam program tersebut telah memenuhi standar keamanan, mutu, dan efektivitas. Vaksin juga telah melalui proses pengujian ilmiah serta mendapat izin edar dari otoritas kesehatan sehingga aman diberikan kepada anak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap tidak ada lagi keraguan dari masyarakat terhadap manfaat imunisasi. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan orang tua yang memberikan izin kepada anak untuk mengikuti imunisasi di sekolah.
"Imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Dengan perlindungan yang baik, anak-anak dapat tumbuh sehat, belajar dengan nyaman, serta terhindar dari penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan maupun kematian," jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Bengkulu juga mengajak para guru untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta mengikuti imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui kolaborasi seluruh pihak, pemerintah optimistis pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah tahun ini mampu meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan generasi muda di Kota Bengkulu.
Di akhir keterangannya, Nelli Hartati mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keberhasilan program BIAS sebagai tanggung jawab bersama demi menciptakan generasi Bengkulu yang sehat, tangguh, dan berkualitas.
"Marilah kita bersama-sama melindungi anak-anak kita. Dukungan dari orang tua, guru, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program ini. Anak yang sehat hari ini adalah harapan Bengkulu dan Indonesia di masa depan," tutupnya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra