TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Rencana pemanfaatan aset Mes Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu sebagai Kantor Wali Kota Bengkulu mendapat sambutan positif dari masyarakat pesisir. Dukungan tersebut salah satunya disampaikan Ketua Adat Kecamatan Teluk Segara, Junaidi Zul, yang berharap rencana penataan kawasan bersejarah itu dapat menjadi awal kebangkitan lingkungan pesisir Kota Bengkulu.
Bagi masyarakat setempat, rencana tersebut bukan sekadar pemindahan fungsi bangunan pemerintahan. Lebih dari itu, mereka menaruh harapan agar kawasan yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari identitas Kota Bengkulu dapat kembali berkembang, tertata, serta menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Junaidi mengatakan, warga pesisir telah lama menantikan adanya pembangunan dan pembenahan kawasan di sekitar Kampung Cina hingga Benteng Marlborough. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki potensi besar untuk dihidupkan kembali sehingga mampu menghadirkan suasana ramai seperti pada masa lalu.
Ia menegaskan, masyarakat pesisir pada prinsipnya mendukung langkah pemerintah yang bertujuan memperbaiki kondisi kawasan dan mendorong kemajuan daerah.
“Kami segalanya orang pesisir ko dukung, lah lamo nian. Kami menunggu iko dibangun lagi. Wilayah Kampung Cina, Benteng Marlborough ko seputar ko dibangun lagi, dibuek macam dulu lagi,” ujar Junaidi, Minggu (18/10/2026).
Menurut Junaidi, kawasan pesisir yang berada di sekitar Kampung Cina dan Benteng Marlborough memiliki daya tarik tersendiri. Keberadaan bangunan bersejarah dan lingkungan yang menyimpan cerita masa lalu dinilai dapat menjadi modal penting dalam pengembangan kawasan perkotaan.
Karena itu, ia berharap rencana pemanfaatan Mes Pemda sebagai Kantor Wali Kota Bengkulu dapat berjalan beriringan dengan upaya mempercantik lingkungan sekitarnya.
Penataan kawasan, menurutnya, perlu diarahkan agar lingkungan yang selama ini memiliki nilai historis tersebut kembali menjadi tempat yang ramai dikunjungi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Apabila pembangunan dilakukan secara terencana, kawasan tersebut berpotensi menjadi ruang aktivitas baru bagi warga sekaligus memperkuat daya tarik wisata sejarah Kota Bengkulu.
Harapan masyarakat pesisir bukan hanya melihat bangunan yang diperbaiki, melainkan juga menyaksikan perubahan nyata pada lingkungan tempat mereka tinggal. Kawasan yang lebih tertata diharapkan dapat mendukung kegiatan sosial, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kebanggaan warga terhadap daerahnya.
Meski demikian, berbagai manfaat tersebut tetap membutuhkan perencanaan yang matang serta pelaksanaan pembangunan yang memperhatikan karakter dan nilai sejarah kawasan.
Di tengah munculnya pandangan berbeda mengenai rencana pemanfaatan aset tersebut, Junaidi menyayangkan apabila ada pihak yang menolak tanpa mempertimbangkan harapan masyarakat pesisir terhadap kemajuan kawasan.
Ia meminta seluruh pihak memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan rencana tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pembenahan kawasan merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan warga.
Junaidi juga menekankan pentingnya melihat rencana tersebut dari sisi kepentingan masyarakat luas. Ia berharap perbedaan pendapat tidak sampai menghambat upaya penataan lingkungan yang dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi Kota Bengkulu.
Namun, dukungan masyarakat tetap perlu diiringi dengan pelaksanaan yang transparan, termasuk memastikan status aset, dasar pemanfaatan bangunan, serta tahapan penataan kawasan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan demikian, rencana tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
Secara khusus, Junaidi menyampaikan harapannya kepada Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, agar tetap melanjutkan rencana pemanfaatan Mes Pemda tersebut dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
Ia menilai, bangunan yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal melalui pembenahan dan penataan yang diperlukan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kawasan yang selama ini diharapkan mengalami perkembangan.
“Iko tetap kami minta juga kepada Pak Wali, jalan lah terus, gas terus. Barang ko lah tinggal dibangun, dielokkan ajo lagi,” tutupnya.
Dukungan Ketua Adat Kecamatan Teluk Segara tersebut memperlihatkan besarnya harapan sebagian masyarakat pesisir terhadap perubahan kawasan bersejarah Kota Bengkulu.
Ke depan, masyarakat berharap rencana pemanfaatan aset pemerintah itu dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari perbaikan lingkungan, peningkatan aktivitas kawasan, hingga terbukanya peluang ekonomi baru.
Bagi warga pesisir, pembangunan bukan hanya tentang perubahan fungsi sebuah bangunan, melainkan juga kesempatan untuk mengembalikan kehidupan kawasan bersejarah agar kembali menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra