Skip to main content

Kominfo Kota Bengkulu Ajak Komunitas Drone dan Fotografi Abadikan Karnaval Batik Besurek Internasional 2026

Pemerintah Kota Bengkulu mengajak komunitas drone dan fotografi berpartisipasi dalam Karnaval Batik Besurek Internasional 2026 dengan berbagai atraksi budaya spektakuler.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mengundang komunitas drone dan fotografi untuk turut serta dalam perhelatan akbar Karnaval Batik Besurek Internasional 2026. Ajakan ini bertujuan untuk memperkaya dokumentasi visual sekaligus mempromosikan kekayaan budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Nurlia Dewi, menegaskan pentingnya peran para kreator visual dalam mengabadikan setiap momen berharga dari kegiatan budaya tahunan tersebut. Menurutnya, sudut pandang kreatif dari para fotografer dan pilot drone akan memberikan nilai tambah dalam penyebarluasan informasi dan daya tarik acara.

Ia mengajak seluruh komunitas yang memiliki minat di bidang fotografi dan videografi udara untuk menampilkan karya terbaik mereka selama berlangsungnya karnaval. Dokumentasi yang dihasilkan diharapkan mampu menggambarkan kemegahan acara secara menyeluruh, mulai dari parade peserta hingga suasana meriah di sepanjang rute.

Karnaval Batik Besurek Internasional tahun ini mengusung tema “Semarak Besurek Night Carnival”. Acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026 mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai. Rute kegiatan dimulai dari Jalan Soeprapto, melintasi kawasan Simpang Lima, dan berakhir di ikon wisata Belungguk Point.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi para kreator, Pemerintah Kota Bengkulu menyiapkan penghargaan khusus bagi karya terbaik. Para peserta diminta untuk mengunggah hasil foto maupun video ke media sosial dengan menandai akun resmi Media Center Kota Bengkulu. Karya yang terpilih nantinya akan mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bengkulu.

Tidak hanya menampilkan parade batik khas daerah, karnaval tahun ini dipastikan lebih semarak dengan kehadiran berbagai elemen peserta dari dalam dan luar negeri. Mahasiswa internasional, perwakilan dari sembilan kabupaten, pelajar, masyarakat umum, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan turut ambil bagian dalam parade.

Konsep “Glow in the Dark” menjadi daya tarik utama yang akan menghadirkan nuansa malam penuh cahaya dan warna. Para peserta akan mengenakan kostum unik yang dipadukan dengan elemen pencahayaan kreatif, sehingga menciptakan tampilan visual yang memukau bagi penonton.

Selain parade utama, rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari beragam daerah di Indonesia. Mulai dari atraksi Barongsai, Reog Ponorogo, Tari Tor-Tor, Tari Minang, Tari Bali, hingga pertunjukan budaya Papua akan tampil dalam satu panggung kebudayaan yang spektakuler.

Tidak ketinggalan, penampilan drumband dengan aransemen lagu-lagu daerah akan menambah semarak suasana. Acara juga akan ditutup dengan pesta kembang api yang dipadukan dengan pertunjukan lukis mural secara langsung, menciptakan pengalaman visual yang tak terlupakan bagi pengunjung.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap keterlibatan komunitas kreatif dapat memperluas jangkauan promosi Karnaval Batik Besurek Internasional 2026 melalui platform digital. Dengan dokumentasi yang menarik dan berkualitas, event ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan serta memperkuat identitas budaya Bengkulu di mata dunia.

Di akhir ajakannya, Nurlia Dewi mengundang seluruh masyarakat, baik dari Kota Bengkulu maupun daerah lainnya, untuk hadir dan menyaksikan langsung kemeriahan acara tersebut. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan karnaval sekaligus wujud nyata kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

Karnaval Batik Besurek Internasional bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada khalayak luas. Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, diharapkan acara ini dapat terus berkembang menjadi ikon budaya yang membanggakan Indonesia.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra