TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, menyoroti pernyataan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, terkait implementasi Universal Health Coverage (UHC). Menurut Edwar, penerapan UHC saat ini belum mencapai harapan yang diungkapkan oleh gubernur.
Edwar menjelaskan bahwa meskipun tujuan dari program UHC adalah untuk memberikan akses kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat, namun kenyataannya implementasinya masih jauh dari yang diharapkan. "Ketika ingin berobat, dikatakan gubernur masyarakat hanya perlu menyiapkan KTP dan KK maka akan dapat langsung berobat dan mendapat layanan. Namun, kenyataannya hal tersebut tidak sepenuhnya diterapkan, dan masyarakat kerap mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan," kata Edwar.

Edwar juga menyoroti bahwa meskipun gubernur sering menekankan bahwa masyarakat harus mendapatkan layanan kesehatan dengan mudah dan tidak boleh ditolak oleh fasilitas kesehatan, namun implementasinya masih belum optimal. "UHC itu tidak semudah membalikkan telapak tangan seperti yang disampaikan gubernur. Praktik di lapangan tidak selalu sesuai dengan harapan," tambahnya.
Mengingat hal tersebut, Edwar merekomendasikan agar gubernur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program UHC. "Jika memang benar apa yang disampaikan gubernur, maka seluruh orang di dinas kesehatan harus dievaluasi, termasuk pihak BPJS karena mereka tidak sepenuhnya memahami. Keluhan masyarakat terhadap layanan kesehatan masih banyak, dan hal ini perlu segera ditindaklanjuti," paparnya.adv)
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra