Skip to main content

Pemprov Bengkulu Pastikan Pelayanan RSKJ Soeprapto Tetap Optimal Selama Libur Lebaran

Pemprov Bengkulu Pastikan Pelayanan RSKJ Soeprapto Tetap Optimal Selama Libur Lebaran

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto tetap berjalan maksimal selama masa libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan resmi yang dilakukan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, pada Senin (30/3).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien dengan gangguan kesehatan mental yang membutuhkan perawatan intensif setiap saat. Dalam kesempatan itu, Khairil Anwar hadir mewakili Gubernur Bengkulu dan didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Yasman Syahrul, Direktur UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Herry Permana, serta Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Bengkulu Ricco Hanggara bersama jajaran.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat langsung kondisi fasilitas rumah sakit, ruang perawatan, serta pelayanan medis yang diberikan kepada pasien. Pemerintah memastikan bahwa seluruh tenaga kesehatan tetap menjalankan tugasnya secara profesional meskipun berada dalam suasana libur Hari Raya.

Khairil Anwar menjelaskan bahwa keberadaan tenaga medis yang tetap siaga selama libur Lebaran merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan tanpa henti kepada masyarakat.

Saat ini, RSKJ Soeprapto Bengkulu merawat sekitar 200 pasien dengan kondisi yang beragam. Setiap pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya, mulai dari terapi psikologis, pengobatan, hingga perawatan harian yang terencana dengan baik.

Selain itu, pihak rumah sakit juga terus meningkatkan kualitas fasilitas agar pasien dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih nyaman. Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah ruangan perawatan kini telah mengalami peningkatan dari segi kebersihan, kenyamanan, serta penataan ruang.

Khairil Anwar menilai kondisi rumah sakit saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Beberapa ruangan bahkan telah dilengkapi pendingin udara sehingga pasien dapat beristirahat dengan lebih nyaman selama menjalani masa perawatan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak lagi memiliki stigma negatif terhadap rumah sakit jiwa. Menurutnya, fasilitas dan pelayanan yang tersedia saat ini sudah jauh lebih manusiawi serta mengedepankan pendekatan kesehatan modern.

Sementara itu, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Bengkulu, Ricco Hanggara, menegaskan bahwa pihaknya terus memastikan sistem layanan jaminan kesehatan tetap berjalan setiap hari, termasuk pada masa libur nasional.

Menurut Ricco, BPJS Kesehatan memiliki sistem pelayanan yang aktif secara berkelanjutan sehingga masyarakat yang membutuhkan perawatan tetap dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa hambatan.

Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan berperan dalam menjamin pembiayaan pelayanan medis bagi masyarakat yang menjalani perawatan di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan program jaminan kesehatan nasional.

Direktur RSKJ Soeprapto Bengkulu, Herry Permana, menegaskan bahwa pihak rumah sakit selalu mengedepankan prinsip kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Setiap pasien yang menjalani perawatan diperlakukan secara layak dan bermartabat.

Menurut Herry, sebelum pasien dipulangkan kepada keluarga, pihak rumah sakit memastikan bahwa kondisi mereka telah stabil dan siap kembali ke lingkungan sosial. Pasien juga dipastikan mendapatkan perawatan kebersihan diri, seperti mandi, merapikan rambut, hingga memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Ia menambahkan bahwa pendekatan terhadap pasien kini telah mengalami perubahan besar dibandingkan masa lalu. Jika dahulu pasien sering mengalami perlakuan tidak manusiawi seperti pemasungan, saat ini praktik tersebut sudah tidak lagi dilakukan.

Di sisi lain, petugas ruang perawatan RSKJ Soeprapto, Oka Tertusupanti, menjelaskan bahwa pendekatan komunikasi menjadi salah satu metode utama dalam menangani pasien yang sedang mengalami kegelisahan atau gangguan emosi.

Petugas medis berusaha membangun hubungan saling percaya dengan pasien agar proses pengobatan dapat berjalan lebih efektif. Melalui komunikasi yang tenang dan pendekatan yang persuasif, pasien biasanya akan lebih mudah diarahkan untuk mengikuti proses terapi.

Tidak hanya fokus pada perawatan medis, rumah sakit juga memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada pasien yang memasuki tahap pemulihan. Program tersebut bertujuan untuk membantu pasien memiliki kemampuan yang dapat digunakan setelah kembali ke masyarakat.

Beberapa pelatihan yang diberikan antara lain kegiatan bercocok tanam, pembuatan minuman herbal, keterampilan menjahit, serta kerajinan tangan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Yasman Syahrul, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari proses rehabilitasi agar pasien dapat kembali hidup mandiri dan produktif.

Dengan bekal keterampilan tersebut, diharapkan para pasien tidak hanya pulih secara kesehatan, tetapi juga mampu menjalani kehidupan sosial tanpa bergantung sepenuhnya kepada keluarga.

Di akhir kunjungan, Khairil Anwar juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan perlakuan diskriminatif terhadap orang dengan gangguan jiwa. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga serta lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam proses pemulihan pasien.

Menurutnya, pasien dengan gangguan kesehatan mental harus diberikan kesempatan untuk kembali diterima di tengah masyarakat. Jika mereka dikucilkan, kondisi psikologis mereka justru dapat kembali memburuk.

Oleh karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan, empati, serta kesempatan bagi para penyintas gangguan jiwa agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.